Pendaratan Booster New Glenn Berhasil, Orbit Satelit Pelanggan Tetap Melenceng

Author: Redaksi Android62

Pendaratan booster New Glenn menjadi sorotan utama dalam penerbangan terbaru Blue Origin. Pendorong utama itu kembali ke Bumi dan mendarat di kapal tanpa awak di laut, sebuah langkah yang menandai keberhasilan penggunaan ulang untuk pertama kalinya pada roket tersebut.

Di saat bagian itu berjalan mulus, hasil misi justru tidak sepenuhnya memuaskan bagi pelanggan peluncuran. Satelit komunikasi BlueBird 7 milik AST SpaceMobile memang lepas dengan aman dari roket dan sempat menyala setelah pemisahan, tetapi kemudian diketahui ditempatkan di orbit yang terlalu rendah dari target operasional.

Orbit meleset dari kebutuhan operasi

AST SpaceMobile menyebut bahwa orbit yang dicapai tidak cukup tinggi untuk mendukung penggunaan satelit secara normal. Karena kondisi itu, perusahaan menilai satelit harus dide-orbitkan dan diperkirakan akan terbakar di atmosfer Bumi.

Kondisi tersebut membuat misi ini tidak bisa disebut sukses penuh bagi pihak pelanggan. Walaupun wahana berhasil mencapai luar angkasa dan berfungsi sesaat setelah dilepas, posisi orbit yang salah membuatnya tidak sesuai dengan tujuan awal penempatan.

Booster pulang sesuai rencana

New Glenn lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, pada pukul 7.35 pagi waktu setempat. Sekitar 10 menit setelah peluncuran, pendorong utama kembali ke Bumi dan mendarat di kapal tanpa awak di laut, sesuai pola pemulihan yang sudah diuji pada misi sebelumnya.

Momen itu menarik perhatian luas setelah Jeff Bezos membagikan rekaman pendaratan booster di X, platform milik Elon Musk. Elon Musk kemudian memberi ucapan selamat, sehingga pencapaian tersebut ikut dipandang sebagai langkah teknis penting bagi program New Glenn.

Masalah muncul di tahap atas

Sekitar dua jam setelah lepas landas, Blue Origin menyampaikan bahwa tahap atas roket menempatkan muatan pelanggan ke orbit yang “off-nominal”. Dalam pernyataan awal itu, perusahaan belum menjabarkan detail teknis lain mengenai penyebab penyimpangan orbit.

CEO Blue Origin Dave Limp kemudian mengatakan perusahaan menduga salah satu mesin pada tahap atas tidak menghasilkan daya dorong yang cukup untuk mencapai orbit target. Ia menegaskan bahwa pemulihan booster berjalan normal, tetapi mengakui misi yang diharapkan pelanggan tetap gagal dipenuhi.

Dampak untuk AST SpaceMobile

Bagi AST SpaceMobile, satelit yang melenceng itu menjadi aset yang tidak bisa dipakai sesuai rencana. Perusahaan menanggung kerugian satelit tersebut melalui polis asuransi yang dimiliki, sehingga dampak finansial langsung bisa diredam.

AST SpaceMobile juga menyampaikan bahwa unit BlueBird berikutnya ditargetkan selesai sekitar satu bulan lagi. Operator satelit itu masih memiliki kontrak dengan lebih dari satu penyedia peluncuran, sehingga rencana ekspansi konstelasi tetap berjalan.

Perusahaan tetap menargetkan membawa 45 satelit lagi ke luar angkasa hingga akhir 2026. Target tersebut menunjukkan bahwa insiden pada misi ini belum menghentikan ambisi mereka untuk menambah kapasitas jaringan satelit di orbit.

Kemunduran penting bagi New Glenn

Meski booster berhasil dipulihkan, masalah pada penempatan orbit menjadi kemunduran besar pertama untuk New Glenn. Roket itu baru melakukan penerbangan pertamanya pada Januari 2025 setelah melalui pengembangan lebih dari satu dekade.

Misi kali ini juga menjadi kedua kalinya New Glenn mengangkut muatan pelanggan ke luar angkasa. Sebelumnya, roket ini pernah membawa sepasang wahana menuju Mars atas nama NASA pada November lalu.

Federal Aviation Administration telah memerintahkan Blue Origin untuk menyelidiki kegagalan tersebut. Investigasi ini penting karena perusahaan tengah berupaya menjadi salah satu penyedia peluncuran utama untuk misi Artemis NASA ke Bulan dan misi lanjutan lainnya.

Tekanan terhadap Blue Origin dan SpaceX juga datang dari NASA serta pemerintahan Trump, yang mendorong pendaratan di Bulan bisa tercapai sebelum akhir masa jabatan kedua Presiden Donald Trump. Limp bahkan pernah mengatakan perusahaannya akan “move heaven and Earth” untuk membantu NASA kembali ke Bulan lebih cepat.

Di sisi lain, Blue Origin baru saja menyelesaikan pengujian versi pertama pendarat Bulan buatannya sendiri. Perusahaan itu diperkirakan mencoba meluncurkannya tanpa awak pada suatu waktu tahun ini, meski sebelumnya sempat dipertimbangkan untuk dibawa dalam misi ketiga New Glenn.

Keberhasilan pendaratan booster memberi sinyal positif bagi kemampuan pemulihan New Glenn, tetapi hasil keseluruhan misi tetap ditentukan oleh tahap atas yang mampu atau gagal menempatkan satelit di orbit yang tepat. Karena itu, penyelidikan atas penyebab orbit meleset menjadi langkah penting sebelum Blue Origin melanjutkan target komersial dan program antariksa berikutnya.

Berita Terbaru