Pendaratan Manusia Di Bulan Kian Dekat, Starship Uji Terbang Ke-12 Tunjukkan Kemajuan Besar

Starship kembali menunjukkan posisinya sebagai tumpuan utama ambisi SpaceX dan NASA setelah menjalani uji terbang terbaru dari Starbase, Texas Selatan. Dalam penerbangan sekitar satu jam itu, roket terbesar milik SpaceX membawa 20 satelit tiruan Starlink sebelum dilepas di tengah perjalanan.

Uji terbang ini memakai Starship versi terbaru yang disebut V3. SpaceX menempatkannya sebagai langkah penting dalam pengembangan wahana yang disiapkan untuk misi antariksa jangka panjang.

Meski penerbangan sempat menghadapi gangguan pada mesin, wahana itu tetap melaju hingga titik akhir di Samudra Hindia. Roket kemudian meledak saat jatuh ke laut, sesuatu yang sejak awal memang sudah diperkirakan oleh perusahaan.

Peluncuran pada Jumat (23/5/2026) ini menjadi penerbangan ke-12 Starship. Elon Musk menyebut pencapaian tersebut sebagai tonggak besar bagi SpaceX sekaligus bagi eksplorasi luar angkasa.

Daya tarik terbesar dari uji ini bukan hanya soal ukuran roket, tetapi juga perannya dalam rencana NASA. Starship diproyeksikan menjadi kendaraan utama untuk membantu mendaratkan astronaut di bulan, lalu membuka jalan bagi misi yang lebih jauh ke Mars.

Kehadiran Administrator NASA Jared Isaacman di lokasi peluncuran ikut menegaskan pentingnya penerbangan tersebut. Ia mengatakan Starship kini semakin dekat untuk mendukung pendaratan di bulan, terutama dalam program Artemis yang menargetkan kembalinya manusia ke permukaan bulan.

NASA sendiri telah menggelontorkan miliaran dolar kepada SpaceX dan Blue Origin milik Jeff Bezos untuk mengembangkan wahana pendarat bulan bagi program Artemis. Dalam skema itu, Starship menjadi salah satu kendaraan yang disiapkan untuk membawa astronaut dalam misi lanjutan NASA.

Dari sisi teknis, Starship terbaru punya tinggi sekitar 124 meter, lebih besar dari generasi sebelumnya. Roket ini juga dibekali tenaga dorong lebih besar, sistem navigasi baru, kamera tambahan, serta teknologi docking untuk mendukung kebutuhan misi bulan di masa depan.

Rancangan tersebut menunjukkan arah pengembangan SpaceX yang tidak berhenti pada penerbangan uji. Starship memang disiapkan untuk menjangkau misi yang lebih jauh, termasuk perjalanan ke Mars, tetapi sebelum itu kendaraan ini diprioritaskan untuk mendukung program Artemis NASA.

Dalam rencana NASA, misi Artemis III akan melakukan simulasi docking kapsul Orion dengan Starship atau Blue Moon pada 2027. Setelah itu, pendaratan astronaut di bulan melalui Artemis IV ditargetkan berlangsung paling cepat pada 2028.

Jika target itu berjalan sesuai rencana, misi tersebut akan menandai pendaratan manusia pertama di bulan sejak Apollo 17 pada 1972. NASA juga menargetkan pembangunan pangkalan di kutub selatan bulan yang akan dihuni astronaut dan robot.

Di luar peran untuk NASA, SpaceX juga mulai menerima pemesanan perjalanan wisata luar angkasa menggunakan Starship untuk misi ke bulan dan Mars. Dengan desain yang terus diperbarui dan uji terbang yang makin maju, Starship kini tetap berada di pusat ambisi besar SpaceX untuk membuka jalur penerbangan luar angkasa yang lebih jauh.

Source: www.beritasatu.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer