Penertiban di kawasan Monumen Perjuangan, Kota Bandung, berjalan dengan sasaran yang jelas: membongkar bangunan liar dan menata ulang pedagang kaki lima agar area Monju terlihat lebih tertib. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun langsung memimpin langkah tersebut sebagai tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Fokus penataan ini diarahkan ke jalur inspeksi di sekitar Monumen Juang. Jalur itu ditargetkan bebas dari lapak PKL dan bangunan liar supaya fungsi ruang publik berjalan lebih baik.
Selain menata area yang semrawut, pemerintah provinsi juga memperhatikan tampilan visual kawasan. Karena itu, pekerjaan pembongkaran tidak berdiri sendiri, melainkan diikuti pembenahan lain agar Monju terlihat lebih rapi dan sedap dipandang.
Arahan gubernur jadi dasar penertiban
Herman menjelaskan bahwa langkah pembersihan tersebut dilakukan sesuai instruksi langsung dari Dedi Mulyadi. Penekanan utamanya bukan hanya pada kebersihan, tetapi juga pada kerapian kawasan agar wajah Monju lebih enak dilihat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa penataan ruang publik tidak berhenti pada penertiban fisik semata. Pemerintah provinsi juga ingin memastikan kawasan yang strategis memiliki tampilan yang lebih representatif.
Dalam prosesnya, keberadaan bangunan liar dan lapak pedagang yang menutup kesan rapi dipandang perlu ditangani. Langkah itu diambil agar area yang selama ini ramai aktivitas warga kembali tertata sesuai fungsi awalnya.
Pagar juga ikut diperbarui
Penataan di sekitar Monumen Perjuangan tidak hanya menyasar bangunan liar dan pedagang kaki lima. Pemerintah provinsi juga melakukan pengecatan ulang pagar di kawasan tersebut untuk memperkuat kesan bersih dan segar.
Herman menyebut pagar akan dicat putih agar tampilan wilayah itu lebih menarik. Perubahan ini menjadi pelengkap dari pembongkaran yang dilakukan di area sekitar.
Pengecatan ulang dinilai penting karena pembenahan kawasan tidak cukup hanya dengan membersihkan lokasi dari elemen yang mengganggu. Estetika lingkungan juga ikut dijaga supaya ruang publik terlihat serasi.
Monju diposisikan sebagai ruang publik yang lebih layak
Monumen Perjuangan selama ini dikenal sebagai kawasan penting di Kota Bandung. Karena itu, penataannya dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga wajah ruang publik yang memiliki nilai sejarah dan sosial.
Keterlibatan langsung Sekda Jabar memperlihatkan perhatian pemerintah provinsi terhadap kawasan tersebut. Langkah itu menegaskan bahwa Monju dipandang sebagai titik yang perlu ditangani secara serius agar tetap nyaman dilihat dan digunakan masyarakat.
Pembenahan ini juga menunjukkan keinginan pemerintah untuk menghadirkan ruang yang lebih tertib bagi warga. Dalam konteks itu, pembersihan, pembongkaran, dan pengecatan ulang berjalan sebagai satu rangkaian penataan yang saling melengkapi.
Herman menegaskan bahwa sasaran utama penertiban ialah membentuk area yang bersih, tertib, dan indah. Dengan arah penataan seperti itu, Monju diharapkan tampil lebih nyaman serta lebih sesuai dengan posisinya sebagai salah satu kawasan yang dikenal luas di Bandung.
Source: mawartanews.com






