Pengendalian Inflasi Jateng Diakui Kemendagri, Ahmad Luthfi Tekankan Jalur Pangan Hingga Desa

Author: Redaksi Android62

Jawa Tengah berhasil mencatat prestasi di tingkat regional lewat penghargaan Pengendalian Inflasi Terbaik dari Kementerian Dalam Negeri. Capaian itu menempatkan provinsi ini sejajar dengan Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta dalam ajang Malam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali 2026 di Yogyakarta Marriott Yogyakarta, Kamis malam (4/6).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Bagi dia, apresiasi ini menjadi pengingat bahwa kerja menjaga stabilitas harga tidak boleh berhenti pada tingkat provinsi saja.

Ahmad Luthfi menilai pengendalian inflasi membutuhkan gerak bersama dari banyak lapisan pemerintahan. Peran bupati, wali kota, hingga pemerintah desa dianggap penting agar kebijakan tidak hanya selesai di meja perumusan, tetapi benar-benar sampai ke lapangan.

Fokus utamanya tetap sama, yaitu menjaga harga bahan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak turun. Karena itu, ketersediaan barang dan keterjangkauan harga disebut menjadi dua hal yang harus terus dijaga.

Luthfi juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dengan BUMD, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, dan perbankan. Menurut dia, kolaborasi itu dibutuhkan agar distribusi bahan pokok penting berjalan lancar sampai ke konsumen.

Komoditas seperti bawang merah dan cabai menjadi contoh yang disorot. Jika pasokannya bergerak lancar, harga akan lebih mudah dikendalikan dan tekanan inflasi dapat ditekan.

Prestasi Jawa Tengah dalam ajang itu juga diikuti sejumlah daerah lain di wilayah yang sama. Kota Semarang meraih terbaik III tingkat kota untuk kategori Penurunan Stunting, sementara Kabupaten Sukoharjo mendapat terbaik II tingkat kabupaten untuk kategori Pengendalian Inflasi.

Di kategori lain, Kota Magelang memperoleh terbaik I tingkat kota untuk penurunan tingkat pengangguran. Kota Surakarta menyusul dengan terbaik II tingkat kota untuk kategori yang sama.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa gelombang pertama apresiasi pemerintah daerah ini memuat empat kategori penilaian. Ia menyebut selisih nilai antarpemenang tergolong tipis, sehingga persaingan berlangsung ketat.

Menurut Tito, penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi. Ajang tersebut juga diharapkan menjadi dorongan agar program pemerintah daerah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Ia menambahkan, masih banyak kepala daerah yang memiliki kinerja baik dan berhasil membawa daerahnya meraih prestasi. Karena itu, penghargaan seperti ini perlu terus diangkat agar lebih banyak contoh kepemimpinan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Kemendagri memilih skema apresiasi berbasis regional agar daerah punya kesempatan yang lebih setara untuk bersaing. Model ini memberi ruang bagi daerah dengan kapasitas fiskal lebih kecil untuk tetap menunjukkan inovasi dan capaian terbaik.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago juga menilai capaian para penerima penghargaan menunjukkan kemajuan yang relatif merata. Ia menyebut selisih nilai antarpemenang tidak terlalu jauh.

Djamari mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir. Ia menekankan agar capaian yang sudah diraih tetap dijaga dan ditingkatkan supaya manfaatnya terus dirasakan masyarakat Jawa Tengah dan daerah lain yang ikut berprestasi.

Source: www.balipost.com
Berita Terbaru