Pengiriman Infinix Di India Merosot, Pergantian CEO Memicu Ketidakpastian Baru

Author: Redaksi Android62

Tekanan terhadap Infinix India kini terlihat dari dua sisi sekaligus: kepemimpinan yang goyah dan kinerja bisnis yang melemah. Di tengah pengiriman smartphone yang melambat, kabar keluarnya CEO Anish Kapoor membuat situasi merek ini di India semakin sulit dibaca.

Perubahan di level eksekutif itu menambah tanda tanya tentang arah langkah Infinix ke depan. Digit melaporkan Kapoor sudah tidak lagi bersama Infinix India, dan ada indikasi ia telah lebih dulu mengundurkan diri pada awal tahun ini.

Belum ada konfirmasi resmi dari Infinix maupun induknya, Transsion Holdings, mengenai kabar tersebut. Namun, sejumlah sumber industri menyebut perbedaan strategi antara tim India dan pimpinan perusahaan di China ikut memperlebar jarak di internal perusahaan.

Di saat yang sama, restrukturisasi internal ikut mengubah ritme kerja merek ini. Sejumlah anggota tim produk dan pemasaran disebut berpindah ke merek smartphone pesaing, sehingga kestabilan organisasi ikut terpengaruh.

Dampaknya mulai terlihat pada jalur produk. Infinix disebut lebih jarang merilis smartphone pada awal 2026, dengan jumlah peluncuran antara Januari hingga Mei 2026 yang lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu.

Situasi ini menjadi penting karena pasar India sangat bergantung pada kecepatan peluncuran. Di segmen harga terjangkau, jeda yang terlalu lama bisa langsung mengurangi perhatian konsumen dan melemahkan peluang promosi di tengah kompetisi yang bergerak cepat.

Pengiriman ikut turun tajam

Masalah Infinix India tidak berhenti pada peluncuran yang melambat. Data pengiriman perangkat menunjukkan tekanan yang lebih nyata, dengan kinerja yang turun tajam dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, Infinix disebut mengirim sekitar 2,9 juta smartphone di India. Namun pada Januari hingga April 2026, jumlah itu turun menjadi sekitar 500.000 unit.

Penurunan pengiriman tersebut ikut menekan pangsa pasar merek ini dalam beberapa bulan terakhir. Bagi bisnis smartphone Transsion di India, kondisi itu berarti ruang gerak yang makin sempit di tengah persaingan yang padat.

Analis industri menilai perlambatan ini bukan hanya soal distribusi. Mereka melihat kombinasi penyesuaian portofolio, tekanan finansial, dan naiknya biaya komponen turut membebani langkah Infinix.

India yang kian sulit ditembus

India sejak lama dikenal sebagai pasar yang sangat kompetitif. Untuk merek di kelas terjangkau, hasil bisnis sangat ditentukan oleh eksekusi produk, distribusi, dan konsistensi peluncuran.

Dalam kondisi seperti itu, perubahan pimpinan dan restrukturisasi internal bisa memberi dampak yang besar. Saat organisasi kehilangan ritme, mempertahankan momentum di pasar yang bergerak cepat menjadi jauh lebih sulit.

Di luar India, Transsion masih mempertahankan posisi yang kuat di sejumlah pasar internasional. Laporan yang sama menyoroti kehadiran besar perusahaan, terutama di beberapa wilayah Afrika.

Meski begitu, prospek Infinix di India masih jauh dari jelas. Tekanan pasar, penurunan pengiriman, dan pergeseran talenta ke kompetitor menunjukkan tantangan yang dihadapi perusahaan bukan persoalan kecil.

Analis memperkirakan tekanan terhadap Infinix akan terus berlanjut sepanjang 2026. Dalam situasi seperti ini, kejelasan arah manajemen dan roadmap produk akan sangat menentukan langkah berikutnya di India.

Source: www.gizmochina.com
Berita Terbaru