Penjualan wholesales BYD di Indonesia melonjak dari 895 unit pada Mei menjadi 5.264 unit pada Juni. Kenaikan tajam itu terjadi ketika perusahaan masih menjalani peralihan pasokan menuju perakitan kendaraan lokal.
Di tingkat retail, BYD mencatat 3.757 unit penjualan pada Juni. Pemulihan tersebut menunjukkan ketersediaan kendaraan di jaringan penjualan kembali membaik setelah sempat tertekan pada bulan sebelumnya.
Lonjakan wholesales itu membuat BYD melampaui penjualan Toyota dan Chery pada periode yang sama. Hasil ini menjadi penting karena pasar mobil Indonesia masih dibayangi kenaikan harga kendaraan dan belum berlakunya insentif baru.
Pasokan Kembali Mengalir
Data yang diberitakan ridertua.com memperlihatkan pemulihan bukan hanya terjadi pada pengiriman unit ke jaringan dealer. Penjualan ke konsumen juga meningkat, menandakan kendaraan kembali tersedia setelah fase pasokan terbatas.
Perubahan paling terlihat terjadi pada BYD Atto 1. Model ini hanya mencatat penjualan puluhan unit dan belum mencapai 100 unit pada Mei, sebelum beralih ke angka ribuan unit pada Juni.
Kondisi tersebut menguatkan peran ketersediaan stok dalam pergerakan penjualan BYD. Saat unit kembali disalurkan, volume penjualan merek ini langsung meningkat secara signifikan dalam satu bulan.
| Periode | Wholesales BYD | Retail BYD | Perubahan Utama |
|---|---|---|---|
| Mei | 895 unit | Tidak disebutkan | Pasokan sejumlah model tertekan |
| Juni | 5.264 unit | 3.757 unit | Ketersediaan kendaraan membaik |
Transisi Produksi Lokal
Sejak awal masuk Indonesia, BYD telah menyiapkan fasilitas untuk merakit mobil secara lokal. Pembangunan fasilitas dan persiapan produksi memerlukan waktu sebelum perakitan dapat berjalan lebih luas.
Hingga akhir kuartal kedua 2026, transisi tersebut masih berlangsung. Situasi ini sempat menimbulkan pertanyaan mengenai asal pasokan kendaraan yang menopang lonjakan penjualan pada Juni.
Sejumlah pihak menduga kenaikan itu berasal dari stok yang telah tersedia dari periode sebelumnya. Stok tersebut perlu disalurkan selama persiapan produksi dan perubahan pola pasokan berlangsung.
BYD disebut telah menyelesaikan tahap persiapan dan mulai merakit sejumlah model di Indonesia. Namun, tidak seluruh lini kendaraan langsung masuk dalam skema perakitan lokal.
Dua Model Tetap Bergantung pada Impor
BYD Seal dan BYD Atto 3 masih didatangkan langsung dari China pada tahun ini. Seal bermain di segmen sedan yang disebut memiliki peminat lebih terbatas dibandingkan SUV atau MPV.
| Model | Segmen | Status Pasokan |
|---|---|---|
| BYD Seal | Sedan | Impor dari China |
| BYD Atto 3 | SUV kompak | Impor dari China |
Penjualan Atto 3 sepanjang tahun ini disebut belum melampaui Sealion 7. Sementara itu, M6 EV, Atto 1, dan Denza D9 telah lebih dahulu menarik perhatian konsumen Indonesia.
Selain kendaraan listrik murni, BYD juga menjual M6 DM sebagai model plug-in hybrid. Model tersebut disebut menjadi PHEV terlaris sepanjang semester pertama 2026 dan memperluas pilihan di luar lini BEV.







