Petugas di pintu masuk studio Cinema XXI kini kembali menegaskan satu aturan yang cukup menyita perhatian: penonton tidak boleh membawa tumbler atau botol minum pribadi ke dalam studio. Jika ada yang datang dengan botol minum sendiri, petugas akan meminta barang itu dititipkan atau isinya dihabiskan terlebih dulu sebelum masuk.
Aturan tersebut bukan kebijakan baru, melainkan bagian dari prosedur standar operasional yang juga mencakup larangan membawa makanan dan minuman dari luar. Penegasan ini muncul di tengah meningkatnya kebiasaan membawa tumbler karena wadah minum itu semakin dianggap praktis dan ramah lingkungan.
Manajemen Cinema XXI menjelaskan bahwa aturan ini tidak hanya berkaitan dengan ketertiban di area bioskop. Kebijakan tersebut juga diposisikan sebagai bagian dari kampanye lingkungan yang sedang dijalankan perusahaan.
Dalam pengumuman resminya, Cinema XXI menekankan perlunya membangun kebiasaan baru dalam penggunaan kemasan di lingkungan bioskop. Perusahaan menyebut inisiatif itu dapat membantu mengurangi lebih dari 20 ribu kemasan plastik.
Di saat yang sama, Cinema XXI menilai pengelolaan produk di area bioskop harus dijaga agar kebersihan dan kenyamanan penonton tetap terpelihara. Karena itu, meski tumbler pribadi dikenal lebih ramah lingkungan, bioskop tetap menerapkan sistem konsumsi yang sudah diatur sendiri.
Fokus pengendalian kemasan juga dikaitkan dengan upaya memudahkan daur ulang dan pengelolaan limbah. Cinema XXI menyatakan langkah ini membantu menekan jejak karbon serta sampah plastik secara kolektif.
Dorongan penggunaan produk yang tersedia di concessions atau kantin bioskop menjadi bagian dari sistem tersebut. Dengan pola yang seragam, Cinema XXI ingin memastikan alur pengelolaan kemasan lebih tertib di dalam area bioskop.
Bagi penonton yang tetap ingin membeli minuman, Cinema XXI menyediakan pilihan minuman dengan kemasan yang disesuaikan dengan standar pengelolaan lingkungan mereka. Kebijakan itu disiapkan agar kebutuhan penonton tetap terpenuhi tanpa mengganggu aturan yang berlaku.
Cinema XXI berharap kebijakan ini dipahami sebagai bagian dari upaya menciptakan ekosistem bioskop yang lebih tertib. Perusahaan juga menautkannya dengan target keberlanjutan melalui pengelolaan sampah dan kemasan di area bioskop.
Source: mediaindonesia.com