Peradi Profesional menyiapkan jalur pembinaan yang lebih terarah bagi advokat muda agar regenerasi tidak berhenti pada penunjukan jabatan semata. Organisasi ini ingin memastikan generasi baru yang masuk ke ruang kepemimpinan benar-benar siap secara kompetensi, integritas, dan etika profesi.
Langkah itu menjadi sorotan setelah Megawati Prabowo dilantik sebagai Wakil Ketua Umum DPN Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional di Jakarta, Jumat (8/5/2026). Penempatan advokat muda di posisi strategis dipandang bukan sekadar simbol, melainkan amanah yang menuntut kesiapan kerja dan tanggung jawab besar.
Pembinaan tidak boleh berhenti di teori
Dalam pandangan Peradi Profesional, kualitas advokat muda tidak cukup dibangun lewat penguasaan teori. Organisasi menekankan bahwa pembentukan karakter harus berjalan seiring dengan penguatan kemampuan praktik, baik dalam litigasi maupun non-litigasi.
Megawati menilai advokat muda perlu pengalaman lapangan agar siap menghadapi kebutuhan penegakan hukum yang menuntut martabat dan integritas. Karena itu, pembinaan sejak awal karier dipandang penting agar mereka tidak hanya memahami hukum secara konseptual, tetapi juga mampu menjalankannya secara profesional.
Ruang belajar dibuat lebih luas
Untuk mendukung arah tersebut, Peradi Profesional menyiapkan akses yang lebih luas bagi advokat muda mengikuti workshop, seminar, dan sertifikasi profesi yang kredibel. Organisasi juga mendorong pelatihan hukum berkelanjutan supaya generasi baru tidak tertinggal dari perubahan kebutuhan pekerjaan hukum.
Pendekatan ini diarahkan agar pembinaan advokat menjadi lebih konkret. Fokusnya bukan hanya pada penguasaan materi dasar, tetapi juga pada kesiapan menghadapi dinamika praktik yang terus berkembang.
Regenerasi lewat kursi kepemimpinan
Ketua Umum DPN Peradi Profesional Prof Harris Arthur Hedar menilai penunjukan Megawati sebagai bagian dari persiapan regenerasi advokat. Menurut dia, langkah tersebut membuka peluang bagi advokat muda untuk ikut mengelola organisasi advokat di Indonesia.
Harris juga menekankan bahwa organisasi ingin memberdayakan talenta muda agar siap memegang peran kepemimpinan strategis. Dalam pandangannya, Megawati dapat memperkuat integritas profesi di tengah tantangan hukum yang semakin dinamis.
Jembatan antargenerasi dalam organisasi
Pembina Peradi Profesional Prof Fauzie Hasibuan melihat organisasi advokat membutuhkan sosok muda yang cerdas sekaligus berintegritas. Figur seperti itu dinilai penting untuk merangkul lintas generasi agar kerja kolektif di dalam organisasi tetap berjalan.
Fauzie menilai visi dan misi Megawati sejalan dengan arah Peradi Profesional. Ia berharap kepemimpinan baru ini dapat mendorong advokat muda sekaligus memperbaiki pelayanan hukum kepada masyarakat luas.
Arah pembinaan dibuat lebih akademis
Ke depan, Peradi Profesional berencana memperkuat kepercayaan pencari keadilan terhadap advokat melalui pendekatan yang lebih akademis. Salah satu fokusnya adalah pembenahan materi PKPA dan UPA agar sesuai dengan kebutuhan profesi yang berkembang.
Organisasi juga akan mengintegrasikan UU 18/2003 tentang Advokat dengan UU 12/2012 tentang Perguruan Tinggi. Penyesuaian itu akan dihubungkan dengan perkembangan teknologi supaya pendidikan dan pembinaan advokat tidak tertinggal dari perubahan praktik hukum.
Jejak Megawati di dunia hukum
Megawati Prabowo mengatakan dirinya menikmati dinamika dunia hukum dan telah menekuni peran sebagai lawyer, kurator, dan pengurus sejak usia 26 tahun. Sejak 2019, ia juga berkiprah di Kantor Law Firm James Purba & Partners.
Di Semarang, Megawati mendirikan Rumah Belajar dan Diskusi Hukum Megawati Prabowo sebagai wadah bagi mahasiswa hukum dan advokat muda. Ia juga mengajar mata kuliah Hukum Kepailitan dan PKPU di sejumlah universitas negeri maupun swasta, sehingga pengalaman akademik dan praktiknya berjalan seiring.
Source: mediaindonesia.com






