Lonjakan harga kartu Pokemon di pasar koleksi membuat barang yang awalnya dianggap hobi berubah menjadi target kejahatan bernilai tinggi. Di Inggris, toko-toko kartu dan koleksi kini ikut waspada karena kartu langka bisa cepat dijual kembali dan nilainya terus menarik perhatian pelaku perampokan.
Kasus yang menonjol terjadi di Celestial Collectables di Warrington, Cheshire, ketika pelaku membidik kartu bernilai besar dari dalam toko. Laporan BBC juga menyebut kejadian serupa muncul di Rugby, Bristol, Bournemouth, Peterborough, dan Nottingham dalam beberapa pekan terakhir.
Toko koleksi ikut berada dalam risiko
Modus yang dipakai pelaku cenderung merusak etalase atau bagian toko untuk mengambil kartu yang dianggap paling berharga. Pola seperti ini membuat toko koleksi menghadapi ancaman yang berbeda dari toko ritel biasa karena sasaran utamanya bukan barang umum, melainkan item tertentu yang bisa langsung diperdagangkan.
Nilai kerugian dari berbagai insiden itu disebut mencapai puluhan ribu poundsterling. Bagi pemilik usaha, angka tersebut terasa besar karena banyak kartu yang diburu termasuk kategori langka dan sulit diganti dengan stok serupa.
Pihak Kepolisian Cheshire menyatakan telah berkoordinasi dengan aparat di sejumlah wilayah Inggris. Langkah lintas wilayah ini diperlukan karena kasus yang muncul tidak hanya terjadi di satu kota, melainkan menyebar dalam pola yang berulang.
Mengapa kartu Pokemon semakin diburu
Kartu Pokemon sudah beredar hampir 30 tahun sebagai barang koleksi. Namun, lonjakan minat terlihat makin tajam sejak pandemi covid-19, dan perdagangan kartu juga berkembang lebih cepat lewat platform daring.
Di tengah kondisi itu, lelang kartu Pokemon bernilai besar ikut memperkuat perhatian publik. Dalam lelang terbaru yang digelar Stanley Gibbons Baldwins, lebih dari £1,5 juta aset Pokemon berpindah tangan.
Pasar yang aktif membuat kartu langka semakin diburu, sementara kartu biasa tidak selalu memiliki harga tinggi. Perbedaan nilai antar-kartu inilah yang kemudian menciptakan ruang bagi pencurian yang menargetkan item tertentu dengan harga fantastis.
Kartu langka jadi incaran utama
Salah satu contoh yang sering disebut adalah kartu Pikachu ultra-langka yang dijual Logan Paul seharga $16,5 juta atau sekitar £12 juta. Nilai setinggi itu cukup untuk menjelaskan mengapa sebagian pelaku memandang kartu Pokemon sebagai aset yang menjanjikan, bukan sekadar barang hobi.
Pakar kartu koleksi di Stanley Gibbons Baldwins, Roy Raftery, menilai para pencuri sering tidak memahami detail barang yang mereka ambil. Ia menyebut, “Para pencuri tahu Pokemon itu menguntungkan, mereka tahu Pokemon layak dicuri sekarang.”
Raftery juga mengatakan bahwa sebagian pelaku melihat kartu Pokemon sebagai target yang lebih mudah dibanding bank atau toko perhiasan. Pandangan ini ikut menjelaskan mengapa toko kartu koleksi kini lebih rentan saat harga kartu langka terus naik di pasar.
Dampak yang harus dihadapi penjual
Situasi tersebut mendorong pemilik toko untuk lebih waspada terhadap penyimpanan dan perlindungan barang bernilai tinggi. Ancaman tidak hanya datang dari kehilangan stok, tetapi juga dari rusaknya etalase, pintu, dan bagian toko yang menjadi akses masuk pelaku.
Kenaikan harga kartu Pokemon memang memperkuat pasar koleksi, tetapi di sisi lain juga mengubah profil risiko bagi para penjual. Selama kartu langka tetap dipersepsikan sebagai barang bernilai besar dan mudah diperdagangkan, toko-toko koleksi di Inggris masih berpotensi menjadi target kejahatan serupa.
Source: www.medcom.id






