Pengadilan banding Norwegia menolak permintaan Marius Borg Høiby untuk dibebaskan sementara dari tahanan, meski ia berdalih ingin berada dekat dengan ibunya yang sedang sakit. Putra Putri Mahkota Norwegia itu tetap mendekam di penjara sambil menunggu vonis dalam perkara pemerkosaan yang memasuki tahap akhir.
Keputusan tersebut membatalkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang sebelumnya memerintahkan Høiby keluar dari tahanan sebelum putusan dijatuhkan. Vonis atas perkara itu diperkirakan keluar pada 15 Juni, sementara Høiby telah ditahan sejak Februari.
Risiko dinilai belum berubah
Dalam pertimbangannya, pengadilan banding menilai risiko Høiby untuk mengulangi perbuatannya tetap “hampir tidak berubah” dibandingkan keputusan sebelumnya. Hakim menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar kemauan, melainkan menyangkut kemampuan, gaya hidup, dan faktor risiko.
Pengadilan juga menyebut Høiby bukan satu-satunya tahanan yang memiliki anggota keluarga dengan penyakit serius. Karena itu, ia tidak dipandang layak memperoleh perlakuan khusus hanya karena kondisi keluarga.
Permintaan pembebasan itu diajukan setelah Høiby menyampaikan kepada pengadilan tingkat bawah bahwa berada di balik sel ketika mengetahui ibunya sangat sakit terasa tak tertahankan. Pengacaranya, Ellen Holager Andenæs, mengatakan kepada VG bahwa pihak pembela sangat kecewa dan menilai keputusan itu hampir tak masuk akal.
Kondisi Mette-Marit kembali menjadi perhatian
Putri Mahkota Mette-Marit, 52, diketahui menderita fibrosis paru, yakni penyakit kronis pada paru-paru. Pekan lalu, dokternya memasukkannya ke daftar tunggu transplantasi paru.
Situasi medis itu menjadi dasar utama permohonan Høiby untuk keluar sementara dari tahanan. Namun pengadilan tidak menganggap alasan tersebut cukup kuat untuk mengubah status penahanannya.
Dakwaan yang menjerat Høiby
Høiby, 29, menghadapi 40 dakwaan pidana. Ia membantah empat tuduhan pemerkosaan, tetapi mengakui beberapa pelanggaran yang lebih ringan, termasuk kepemilikan narkoba dan pelanggaran lalu lintas.
Hakim juga meninjau dakwaan lain yang berkaitan dengan kekerasan, ancaman, dan perilaku abusif dalam hubungan. Ia ditahan setelah muncul tuduhan baru soal penyerangan dan pelanggaran perintah penahanan.
Høiby bukan anggota keluarga kerajaan. Ia lahir sebelum ibunya menikah dengan Putra Mahkota Norwegia Haakon, dan pertama kali ditangkap pada Agustus 2024.
