Permintaan maaf resmi akhirnya muncul setelah komentar Laurence dari n.SSign memicu reaksi keras dari banyak penggemar. Lewat Weverse, Laurence mengakui bahwa balasan terbarunya telah menimbulkan ketidaknyamanan dan kerugian bagi banyak pihak.
Kritik terhadap Laurence bermula dari obrolan santai soal daftar “idol terbaik” yang kemudian berkembang jadi perdebatan besar. Saat membahas kebiasaan memberi peringkat di industri hiburan, ia mengatakan bahwa dirinya selalu tertawa setiap kali melihat daftar seperti “idol laki-laki terbaik dari generasi kelima” atau “penyanyi terbaik dari generasi kelima”.
Ucapan yang paling disorot muncul ketika Laurence menyinggung daftar “idol perempuan terbaik dari Indonesia”. Ia juga mempertanyakan berapa banyak orang Indonesia yang ada di industri hiburan Korea, dan kalimat itu langsung dianggap banyak netizen sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap keberadaan idol KPop asal Indonesia.
Meski Laurence tidak menyebut nama tertentu, reaksi publik tetap mengarah pada kesan bahwa ia meremehkan idol Indonesia. Banyak penggemar menilai komentarnya bukan sekadar candaan, melainkan juga menyentuh persoalan pengakuan terhadap keberagaman di industri KPop.
Nama Carmen dari Hearts2Hearts ikut terseret dalam pembahasan itu. Carmen diketahui merupakan salah satu idol KPop asal Indonesia yang aktif saat ini dan berasal dari generasi kelima.
Sejumlah netizen lalu membela Carmen dan menilai komentar Laurence secara tidak langsung mengarah kepadanya. Sorotan makin besar karena banyak yang merasa pernyataan tersebut tidak menghargai kehadiran idol dari Asia Tenggara di industri KPop.
Kritik juga datang dari luar Indonesia. Fanbase Carmen di China disebut ikut menyoroti pernyataan Laurence karena Carmen memiliki basis penggemar yang kuat di negara tersebut.
Dalam permintaan maafnya, Laurence mengakui bahwa cara penyampaiannya ceroboh saat membahas budaya penggemar. Ia juga menyebut dirinya salah karena memakai ungkapan yang bisa dianggap negatif terhadap artis lain, penggemar mereka, maupun suatu negara.
Laurence menjelaskan bahwa niat awalnya adalah mengkritik budaya memberi label, membandingkan, dan menciptakan persaingan yang tidak perlu. Ia menegaskan tidak berniat merendahkan atau memecah belah siapa pun, tetapi mengakui gagal menyampaikan maksudnya dengan tepat.
Agensi nCH Entertainment turut merilis permintaan maaf serupa. Pihak agensi meminta maaf atas pernyataan Laurence yang kemungkinan telah menyakiti artis, negara, dan para penggemar.
Kontroversi ini menunjukkan betapa sensitifnya pembahasan soal representasi idol Asia di industri KPop. Di tengah perhatian yang makin besar pada kehadiran idol Indonesia di panggung internasional, banyak penggemar berharap kejadian serupa tidak terulang.
Source: www.idntimes.com






