Persaingan ponsel di Indonesia kini tidak lagi ditentukan oleh chipset semata. Layar ber-refresh rate tinggi, baterai besar, dan pengisian cepat sudah menjadi senjata utama di kelas menengah, bahkan pada sejumlah model yang mengusung fitur mirip ponsel premium.
Perubahan ini membuat pasar makin padat dan pilihan konsumen kian beragam. Produsen berlomba menawarkan kombinasi performa, kamera, serta daya tahan yang lebih lengkap tanpa harus mendorong harga ke level tertinggi.
Model dengan fokus daya tahan dan layar kencang
Salah satu yang paling mencolok adalah iQOO Z11 5G. Ponsel ini membawa baterai 9.200mAh, Snapdragon 7s Gen 4, RAM hingga 12GB, memori internal 256GB, serta layar AMOLED 6,73 inci 1,5K 144Hz.
Di sektor kamera, perangkat ini mengandalkan kamera utama 50MP dan kamera depan 32MP yang mampu merekam video hingga 4K. Kombinasi tersebut menempatkannya sebagai opsi untuk pengguna yang mengejar daya tahan dan performa harian dalam satu paket.
Selain itu, Poco X8 Pro juga hadir dengan pendekatan yang agresif. Model ini memakai Dimensity 8500 Ultra, RAM hingga 12GB, penyimpanan sampai 512GB, serta layar AMOLED 6,59 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz.
Poco X8 Pro turut dibekali baterai 6.500mAh dengan pengisian cepat 100W. Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i menjadi pelengkap bagi pengguna yang menginginkan perangkat cepat diisi dan cukup tangguh untuk mobilitas tinggi.
Samsung dan Infinix ikut memperketat kelas menengah
Samsung tetap menjaga posisi seri A melalui Galaxy A57. Ponsel ini mengusung layar Super AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz dan menggunakan Exynos 1680 fabrikasi 4nm.
Galaxy A57 juga disiapkan dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan sampai 512GB. Pada bagian kamera, Samsung menyematkan sensor utama 50MP dengan OIS, ultrawide 12MP, makro 8MP, serta kamera depan 32MP.
Daya tahannya ditopang baterai 5.000mAh dengan fast charging 45W. Bagi pengguna yang memikirkan pemakaian jangka panjang, kombinasi layar AMOLED, OIS, dan dukungan pembaruan perangkat lunak masih menjadi daya tarik utama lini ini.
Infinix GT50 Pro 5G juga masuk sebagai penantang yang serius. Perangkat ini mengandalkan MediaTek Dimensity 8400, RAM hingga 12GB, memori internal sampai 512GB, dan layar AMOLED 6,78 inci dengan refresh rate adaptif hingga 144Hz.
Di bagian kamera, ponsel ini menawarkan kamera utama 50MP dengan OIS, ultrawide 8MP autofocus, kamera depan 13MP, serta baterai 6.500mAh dengan fast charging 45W. Paket ini membuatnya kuat di sisi performa dan cukup lengkap untuk kebutuhan harian maupun gim.
Masih dari Infinix, Note 60 Pro tampil berbeda lewat desain. Frame aluminium dan Matrix Display dengan lampu notifikasi RGB menjadi pembeda yang langsung terlihat dibanding banyak rival di kelas yang sama.
Perangkat ini memakai panel AMOLED 6,78 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate 144Hz dan tingkat kecerahan hingga 4.500 nits. Mesin yang digunakan adalah Snapdragon 7s Gen 4, dipasangkan dengan RAM hingga 12GB, penyimpanan 256GB, kamera utama 50MP OIS, baterai 6.500mAh, dan pengisian cepat 90W.
Varian paling premium dan pilihan yang lebih spesifik
Di jajaran Poco, X8 Pro Max menjadi varian paling premium. Model ini membawa MediaTek Dimensity 9500S, RAM 12GB, penyimpanan UFS 4.1 hingga 512GB, dan layar AMOLED 6,83 inci resolusi 1,5K dengan kecerahan hingga 3.500 nits.
Ponsel tersebut dibekali baterai silikon karbon 8.500mAh, HyperCharge 100W, dan reverse charging 27W. Teknologi ini menunjukkan arah baru industri smartphone yang mencoba menjaga daya tahan tinggi tanpa membuat bodi terlalu tebal.
Tecno Camon 50 Pro menawarkan pembeda lain dengan kehadiran kamera telefoto. Fitur ini masih jarang di kelas menengah, sehingga memberi nilai tambah bagi pengguna yang sering memotret objek dari jarak jauh.
Smartphone itu membawa layar AMOLED 6,78 inci resolusi 1,5K dengan refresh rate 144Hz, Dimensity 7400 Ultimate, RAM 8GB hingga 12GB, penyimpanan sampai 512GB, dan baterai sekitar 6.500mAh dengan fast charging 45W.
Dengan deretan model tersebut, pasar smartphone Indonesia bergerak ke arah perangkat yang lebih lengkap di banyak sisi. Layar berkualitas tinggi, baterai besar, pengisian cepat, dan kamera yang makin variatif kini menjadi standar baru yang dipakai produsen untuk bersaing lebih keras.







