PSBS Biak harus menerima kenyataan pahit lebih cepat dari perkiraan. Kekalahan 0-4 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo pada pekan ke-31 membuat mereka resmi menjadi tim pertama yang turun kasta dari Super League musim 2025/2026.
Hasil itu langsung mengunci nasib Badai Pasifik, meski kompetisi masih menyisakan tiga laga. PSBS kini tertahan di dasar klasemen dengan 18 poin dan sudah tidak lagi memiliki peluang untuk bertahan di kasta tertinggi.
Secara matematis, PSBS masih bisa menambah poin hingga 27 angka. Namun jumlah tersebut tetap tidak cukup untuk melewati Persis Solo yang berada di posisi ke-16, karena PSBS kalah head-to-head.
Bagi Persebaya, kemenangan besar di kandang sendiri menjadi hasil yang sangat penting. Mereka tampil efektif di depan pendukungnya dan berhasil menjaga posisi sekaligus menutup pintu PSBS untuk keluar dari zona merah.
Laga ini bukan hanya menyakitkan dari sisi skor bagi PSBS. Kekalahan tersebut juga menjadi titik penentu yang memastikan mereka menjadi tim pertama yang dipastikan terdegradasi pada musim ini.
Di tengah hasil buruk itu, asisten pelatih PSBS, Kahudi Wahyu, tetap memberi apresiasi kepada Persebaya. Ia menilai pertandingan berjalan menarik dan sekaligus menyampaikan terima kasih kepada para pemainnya yang terus berjuang dalam situasi sulit.
Kahudi melihat semangat tim masih terlihat di lapangan walau tekanan terus mengikuti perjalanan mereka. Menurutnya, para pemain tetap tampil luar biasa meski hasil akhir tidak memihak.
Ia juga menyinggung adanya kendala non-teknis yang ikut memengaruhi kondisi mental pemain. Kahudi menyebut persoalan finansial yang dialami manajemen berdampak pada suasana di dalam tim, termasuk belum dipenuhinya hak-hak finansial pemain oleh klub.
Meski begitu, ia menegaskan kekompakan, semangat, dan konsistensi para pemain tetap terjaga. Dalam kondisi seperti itu, tiga laga terakhir PSBS hanya akan menjadi sisa perjalanan yang sudah tidak lagi bisa mengubah status mereka di Super League.
Klub asal Biak itu kini harus menjalani akhir musim dengan kenyataan bahwa mereka menjadi tim pertama yang lebih dulu memastikan turun kasta. Situasi tersebut menutup harapan PSBS untuk bertahan di level tertinggi musim ini.







