Bukan Klub Superkaya, Persib Menangi Peralta Berkat Negosiasi Stanley Bernard

Persib Bandung berhasil memenangkan persaingan untuk merekrut Mariano Peralta, pemain terbaik Super League 2025/2026. Keberhasilan itu disebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan belanja klub, melainkan juga proses negosiasi yang dipimpin Stanley Bernard Stephen Samuel.

Pelatih Persib, Igor Tolic, menilai Stanley bekerja sangat intensif selama satu bulan untuk menuntaskan kepindahan tersebut. Persib harus bergerak dalam situasi yang dinamis karena sejumlah klub lain juga memburu Peralta.

Negosiasi Menjadi Pembeda

Igor mengatakan Persib tidak memiliki keleluasaan finansial untuk membeli semua pemain yang diinginkan. Karena itu, strategi dan kemampuan membaca situasi negosiasi menjadi faktor penting dalam membentuk skuad.

“Kami bukanlah klub yang sangat kaya raya yang bisa membeli siapa saja. Tetapi, dengan seni bernegosiasi Pak Stanley, kami berhasil untuk mendatangkan pemain-pemain terbaik dan Peralta adalah pemain terbaik yang hadir ke klub kami,” ujar Igor.

Pernyataan itu menunjukkan transfer Peralta dipandang sebagai hasil kerja kolektif di balik layar. Proses perekrutan pemain dinilai membutuhkan koordinasi antara jajaran teknis, manajemen, dan pihak operasional klub.

PeriodePeran atau KlubCatatan
2004Kuala Lumpur FAMemulai karier profesional
2009-2011Timnas Malaysia7 penampilan
2020CEO Kuala Lumpur City FCMemulai karier manajemen klub
April 2025Deputy CEO timnas MalaysiaSebelum bergabung dengan Persib

Pengalaman Panjang di Sepak Bola

Stanley saat ini menjalankan tugas sebagai sporting director sekaligus advisor Persib Bandung. Perannya meliputi pemberian arah strategis pengembangan tim serta dukungan dalam pengambilan keputusan teknis.

Sebelum bekerja di manajemen, Stanley dikenal sebagai mantan pemain profesional Malaysia. Ia lahir di Petaling Jaya, Selangor, pada 10 Maret 1986 dan menempuh pendidikan sepak bola di Bukit Jalil Sports School.

Karier profesionalnya dimulai bersama Kuala Lumpur FA pada 2004. Ia kemudian memperkuat UPB-MyTeam, Sporting Clube de Goa di India, Sabah FA, sebelum kembali bermain untuk Kuala Lumpur FA.

Sepanjang karier klub, Stanley mengoleksi 81 penampilan dan 23 gol. Ia juga mencatat tujuh penampilan bersama tim nasional Malaysia pada periode 2009 hingga 2011.

Karier bermainnya berakhir pada 2012 akibat cedera patah tulang tibia. Cedera itu membuatnya pensiun pada usia 26 tahun, tetapi ia tetap berada di lingkungan sepak bola.

Dari Analis hingga Eksekutif Klub

Setelah pensiun, Stanley bekerja sebagai analis pertandingan dan komentator di Astro Arena, Astro SuperSport, serta Fox Sports Asia. Pengalaman tersebut menjadi salah satu jalur yang membawanya ke dunia manajemen sepak bola.

Beritasatu.com mencatat, Stanley memimpin Kuala Lumpur City FC sebagai CEO sejak 2020. Dalam periode itu, klub menjuarai Malaysia Cup 2021 serta mencapai final AFC Cup 2022 dan Malaysia FA Cup 2023.

Igor juga memberi apresiasi kepada Stanley dan seluruh pihak yang terlibat dalam perburuan Peralta. Menurutnya, hasil kerja manajemen dapat mendorong standar yang lebih tinggi bagi staf dan seluruh unsur operasional Persib.

Perekrutan Peralta memperlihatkan arti penting negosiasi dalam persaingan mendapatkan pemain berkualitas. Bagi Persib, pengalaman Stanley sebagai pemain, analis, dan eksekutif menjadi modal dalam menyusun strategi tim.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terkait