Persib Raih Gelar Ketiga Beruntun, Rekor Kandang Sempurna Mengantar Kejayaan Baru

Author: Redaksi Android62

Persib Bandung mengakhiri musim dengan catatan yang sangat besar, meski hasil terakhir mereka hanya berakhir tanpa gol. Imbang 0-0 melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api justru memastikan Maung Bandung tetap berdiri sebagai juara kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.

Kepastian itu membuat Persib mencatat sejarah baru di era modern. Mereka menjadi klub pertama yang mampu meraih tiga gelar liga secara beruntun, sebuah pencapaian yang menegaskan kestabilan dan dominasi mereka dalam beberapa musim terakhir.

Rekor yang makin panjang

Gelar musim ini juga menambah koleksi Persib menjadi lima trofi juara di kasta tertinggi sepak bola nasional. Angka tersebut memperkuat posisi klub asal Jawa Barat itu sebagai salah satu tim paling sukses di Indonesia.

Selain trofi, Persib juga menutup musim dengan status yang istimewa di kandang. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tidak terkalahkan dalam laga kandang sepanjang musim.

Catatan itu semakin menonjol karena pertahanan Persib tampil paling solid di sepanjang kompetisi. Lini belakang yang kuat menjadi salah satu fondasi utama perjalanan mereka hingga kembali berada di puncak.

Gelar ditentukan selisih tipis

Persaingan papan atas musim ini berlangsung sangat ketat sampai akhir. Persib finis dengan 79 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC Samarinda, tetapi mereka tetap berhak atas trofi karena unggul head to head atas rival tersebut.

Situasi ini menunjukkan betapa tipisnya jarak di perebutan gelar. Dalam kondisi seperti itu, hasil pertemuan langsung bisa menjadi pembeda yang sangat menentukan di akhir musim.

Borneo FC sendiri harus puas berada di posisi runner-up. Mereka menutup musim dengan poin yang sama, tetapi kalah dalam penentuan akhir.

Musim berat, namun tetap terkendali

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyebut musim ini berjalan sangat berat bagi timnya. Ia menilai perombakan skuad membuat proses menjaga konsistensi tidak semudah sebelumnya.

Hodak menjelaskan bahwa Persib harus mengganti lima pemain di tim utama. Menurutnya, kondisi itu membuat pembentukan chemistry antarpemain berjalan lebih sulit dibanding dua musim sebelumnya.

Ia juga membandingkan situasi musim ini dengan dua musim sebelumnya yang memiliki pondasi skuad lebih stabil. Meski begitu, Hodak tetap memberi apresiasi kepada para pemain yang mampu menjaga fokus di tengah tekanan sepanjang musim.

Dominasi yang terjaga

Tiga gelar beruntun membuat Persib berdiri sendiri dalam sejarah modern kompetisi. Capaian itu bukan hanya menambah koleksi trofi, tetapi juga menguatkan reputasi mereka sebagai tim yang paling konsisten dalam periode terkini.

Kombinasi rekor kandang tanpa kekalahan, pertahanan yang rapat, dan kemampuan bertahan di persaingan ketat menjadi kunci keberhasilan mereka. Di tengah musim yang disebut berat oleh sang pelatih, Persib tetap menutup perjalanan dengan status juara yang tidak terbantahkan.

Berita Terbaru