Persija Incar Kemenangan Lagi, PSBS Terjepit di Dasar Klasemen dan Bayang-Bayang Degradasi

Persija Jakarta datang ke laga kontra PSBS Biak dengan modal yang jauh lebih nyaman. Kemenangan 3-0 atas Persebaya Surabaya pada pekan ke-27 menjadi dorongan penting setelah mereka melalui tiga pertandingan tanpa kemenangan, sekaligus menjaga posisi mereka tetap di jalur persaingan papan atas.

Di sisi lain, PSBS justru memasuki duel ini dengan beban berat yang menumpuk. Tim berjuluk Badai Pasifik masih terpuruk di dasar klasemen, sementara masalah di dalam tim ikut memberi tekanan tambahan menjelang pertemuan di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (18/4/2026) malam, pada pekan ke-28 Super League 2025-2026.

Persija menjaga peluang di papan atas

Bagi Persija, laga ini memiliki arti besar bukan semata untuk menambah tiga poin. Dengan koleksi 55 poin dan berada di posisi ketiga klasemen sementara, Macan Kemayoran masih punya kepentingan menjaga jarak dalam persaingan menuju puncak.

Persija tertinggal 9 angka dari Persib Bandung yang berada di urutan pertama. Situasi itu membuat setiap pertandingan tersisa menjadi krusial, karena tujuh laga terakhir dapat menentukan apakah mereka masih mampu terus menekan persaingan di papan atas sampai akhir musim.

Kemenangan atas Persebaya juga memberi efek psikologis yang penting. Hasil tersebut menghentikan tren negatif dan membuat tim asuhan Mauricio Souza kembali tampil dengan rasa percaya diri yang lebih kuat saat menghadapi PSBS.

PSBS masih kesulitan keluar dari tekanan

PSBS tidak datang ke laga ini dalam kondisi yang ideal. Selain berada di posisi paling bawah klasemen dengan 18 poin dari 27 pertandingan, mereka juga masih harus mengejar 7 poin untuk bisa keluar dari zona degradasi.

Masalah PSBS tidak berhenti di hasil pertandingan. Sejumlah pemain sempat mengungkap adanya keterlambatan pembayaran gaji, fasilitas yang belum ideal, dan beberapa persoalan lain yang memengaruhi stabilitas tim secara keseluruhan.

Dampaknya terlihat jelas di lapangan karena PSBS menelan kekalahan dalam lima laga terakhir. Dalam rentang itu, mereka juga selalu kebobolan setidaknya dua gol, sesuatu yang menunjukkan bahwa mereka masih kesulitan menjaga konsistensi permainan sejak awal hingga akhir laga.

Catatan gol PSBS yang berada di angka 29-64 juga memperlihatkan bahwa problem mereka bukan hanya di lini belakang. Tim ini masih perlu perbaikan besar dalam menyeimbangkan serangan dan pertahanan agar bisa keluar dari tekanan klasemen.

Rekam pertemuan memberi ruang harapan

Meski kondisi sekarang lebih menguntungkan Persija, catatan pertemuan kedua tim menunjukkan laga ini tidak sepenuhnya berat sebelah. Dalam tiga duel terakhir, PSBS sempat merepotkan Persija dan bahkan pernah meraih kemenangan.

Berikut hasil tiga pertemuan terakhir kedua tim:

  1. 31/10/2025: Persija 3-1 PSBS
  2. 2/2/2025: Persija 2-2 PSBS
  3. 12/9/2024: PSBS 3-1 Persija

Riwayat itu menegaskan bahwa PSBS pernah menemukan cara untuk menahan, bahkan mengalahkan Persija. Namun, situasinya kali ini berbeda karena momentum, kepercayaan diri, dan performa terkini lebih berpihak kepada tim tamu.

Beda pendekatan taktik di lapangan

PSBS diperkirakan bermain lebih rapat dengan formasi 4-5-1. Dimnas Galih kemungkinan mengisi posisi penjaga gawang, dengan Arjuna Agung, Hwang Myung-hyun, Pablo Andrade, dan Moses Madjar di lini belakang.

Di lini tengah, PSBS berpeluang menurunkan Heri Susanto, Eduardo Barbosa, Yano Putra, Luquinhas, dan Ruyery Blanco. Ilham Udin Armaiyn diprediksi menjadi penyerang tunggal yang bertugas memanfaatkan ruang dari serangan balik.

Persija diperkirakan memakai formasi 4-3-3 dengan Carlos Eduardo sebagai kiper. Empat bek dapat diisi Fajar Faturrahman, Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Doni Try, sedangkan sektor tengah kemungkinan ditempati Van Basty Sousa, Fabio Silva, dan Rayhan Hannan.

Di lini depan, Persija bisa mengandalkan Allano Lima, Eksel Runtukahu, dan Maxwell Souza. Komposisi ini memberi mereka banyak opsi untuk menekan pertahanan PSBS lebih awal dan menjaga tempo permainan tetap tinggi.

Kondisi pertandingan lebih memihak Persija

Melihat situasi kedua tim, PSBS harus bekerja sangat keras untuk menghentikan laju lawan. Tekanan internal, performa yang buruk, dan pertahanan yang rapuh membuat peluang mereka mencuri hasil maksimal terlihat kecil.

Persija punya modal yang lebih lengkap untuk mengejar kemenangan lagi. Jika mampu mempertahankan intensitas seperti saat menghadapi Persebaya, Macan Kemayoran berpeluang pulang dengan hasil positif sekaligus menjaga asa mereka tetap hidup di papan atas klasemen.

Source: bola.bisnis.com

Berita Terkait