Persija Kehilangan Keuntungan Kandang di Samarinda, Mauricio Souza Soroti Rasa Tidak Adil

Author: Redaksi Android62

Keputusan memindahkan laga Persija Jakarta kontra Persib Bandung ke Stadion Segiri, Samarinda, membuat sorotan langsung tertuju pada status tuan rumah yang terasa tidak utuh. Mauricio Souza menilai Persija justru menjadi pihak yang paling dirugikan karena kehilangan kesempatan bermain di Jakarta dengan dukungan penuh Jakmania.

Bagi Souza, persoalan utama bukan sekadar perpindahan stadion, melainkan hilangnya keuntungan yang seharusnya melekat pada laga kandang. Ia menegaskan bahwa Persija semestinya tampil di rumah sendiri dan merasakan dorongan langsung dari suporter di tribun.

Perubahan venue itu berawal dari tidak turunnya izin keamanan dari pihak kepolisian setempat untuk pertandingan di ibu kota. Akibatnya, Persija tidak bisa menggunakan stadion yang ideal dan harus menerima kondisi pertandingan yang bergeser jauh dari Jakarta.

Souza juga menyoroti atmosfer stadion yang biasanya menjadi nilai tambah besar bagi tim tuan rumah. Dalam pandangannya, ketika laga dipindah, energi dari tribun ikut hilang dan ikut memengaruhi kondisi di lapangan.

Soal apakah Persib justru diuntungkan, Souza memilih tidak masuk ke spekulasi itu. Ia hanya menekankan bahwa satu hal yang pasti adalah Persija tidak memperoleh keuntungan apa pun dari keputusan tersebut.

Absennya dukungan langsung dari puluhan ribu Jakmania dinilai menjadi kehilangan besar bagi Persija. Dalam pertandingan sebesar ini, suasana stadion kerap ikut menentukan ritme permainan dan ketenangan pemain.

Duel ini sendiri punya bobot tinggi dalam persaingan papan atas. Persib sedang memimpin klasemen dengan 72 poin dan masih dibayangi Borneo FC, sedangkan Persija menempati posisi ketiga dengan 65 poin.

Bagi Persib, setiap pertandingan tersisa menjadi penting untuk menjaga posisi di jalur juara. Di sisi lain, Persija membutuhkan kemenangan atas Persib agar peluang mereka tetap hidup dalam persaingan gelar.

Situasi klasemen membuat laga ini jauh lebih bernilai daripada sekadar perebutan tiga poin. Karena itu, kehilangan keuntungan kandang terasa semakin berat ketika pertandingan harus dijalani di luar Jakarta.

Persija juga kembali berhadapan dengan masalah yang sudah berulang dalam beberapa musim terakhir. Terakhir kali mereka menjamu Persib di Jakarta terjadi pada 2019, setelah itu kendala keamanan terus membuat duel besar ini berpindah tempat.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan izin pertandingan di Jakarta belum menemukan solusi permanen. Stadion Segiri kini kembali menjadi lokasi pengganti bagi Persija untuk menjalani laga kandang yang semestinya berlangsung di ibu kota.

Bagi Souza, yang dipertaruhkan bukan hanya hasil satu pertandingan. Ia memandang perpindahan venue ini juga menyentuh soal keadilan kompetitif yang dirasakan timnya saat status tuan rumah tidak berjalan seperti mestinya.

Source: www.suara.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru