Pertemuan Persebaya Surabaya dan Persis Solo di Stadion Manahan membawa perhatian bukan hanya pada perebutan poin, tetapi juga pada dua mantan pemain Green Force yang kini memperkuat tim lawan. Bernardo Tavares menyoroti perkembangan Dejan Tumbas dan Kadek Raditya yang dinilai tampil lebih matang sejak berpisah dari Surabaya.
Bagi Persebaya, laga pekan ke-32 Super League ini punya bobot penting karena mereka masih mengejar kemenangan untuk menjaga asa menembus zona empat besar fase gugur. Di sisi lain, Persis Solo juga datang dengan kebutuhan besar karena masih berusaha keluar dari posisi ke-16 dan menjauh dari tekanan degradasi.
Tumbas mendapat ruang lebih menyerang
Nama Dejan Tumbas menjadi salah satu yang paling mendapat sorotan karena perubahan perannya di Persis Solo. Saat masih berseragam Persebaya, ia lebih sering dipasang sebagai bek kiri, tetapi kini posisinya lebih maju sebagai gelandang atau pemain sayap.
Perubahan itu, menurut Tavares, membuat kontribusi Tumbas terlihat lebih efektif. Ia juga menyoroti performa sang pemain ketika mencetak dua gol saat menghadapi Bhayangkara FC, sebuah penampilan yang disebut sangat bagus.
Bagi pelatih asal Portugal itu, pergeseran posisi memberi Tumbas keleluasaan lebih besar untuk membantu serangan. Situasi tersebut membuat mantan pemain Persebaya itu tampil dengan karakter yang berbeda dan lebih menonjol dalam fase ofensif.
Raditya mendapat menit bermain yang konsisten
Selain Tumbas, Kadek Raditya juga masuk dalam pengamatan Tavares menjelang duel ini. Bek tengah tersebut kini menjadi salah satu pilar reguler di lini belakang Persis Solo dan mendapat kesempatan bermain yang stabil.
Tavares menilai jam terbang yang rutin sangat penting untuk perkembangan seorang pemain. Dalam pandangannya, konsistensi tampil di pertandingan kompetitif memberi dampak besar terhadap peningkatan kualitas Raditya.
Kepercayaan yang diberikan Persis Solo kepada Raditya terlihat dari statusnya sebagai starter reguler. Peran itu membuatnya semakin penting dalam menjaga kestabilan pertahanan tim yang masih berjuang di papan bawah.
Fokus tetap pada hasil pertandingan
Meski punya kedekatan dengan kedua pemain itu, Tavares menegaskan fokus utamanya tetap tertuju pada pertandingan. Ia menempatkan target tim di atas hubungan personal yang terjalin dengan Tumbas dan Raditya.
Sikap itu menunjukkan bahwa Persebaya datang ke Stadion Manahan dengan ambisi penuh. Kemenangan tetap menjadi kebutuhan utama agar peluang bersaing di empat besar fase gugur tidak semakin menipis.
Tavares juga menegaskan rasa hormatnya kepada mereka sebagai individu dan profesional. Namun saat laga dimulai, perhatian Persebaya akan diarahkan sepenuhnya pada strategi untuk meraih hasil maksimal.
Duel yang berdampak pada klasemen
Pertemuan ini lebih dari sekadar laga biasa karena sama-sama memengaruhi arah musim kedua tim. Persis Solo membutuhkan poin untuk keluar dari zona rawan, sementara Persebaya harus menjaga konsistensi agar tetap berada dalam persaingan papan atas.
Kondisi itu membuat setiap detail di lapangan menjadi penting. Perkembangan Tumbas dan Raditya pun bukan hanya menjadi cerita personal, tetapi juga bagian dari kekuatan baru yang harus diwaspadai Persebaya.
Dengan latar seperti itu, duel di Stadion Manahan mempertemukan kebutuhan yang sama besar dari dua kubu berbeda. Persis mengejar pelarian dari tekanan klasemen, sedangkan Persebaya berupaya mempertahankan peluang terbaiknya di fase gugur.







