Persita Kehilangan Banyak Opsi Serang, Ujian Berat Menanti di Gelora Kie Raha

Author: Redaksi Android62

Persita Tangerang tiba di Gelora Kie Raha dengan situasi yang tidak ideal karena lini depan mereka belum lengkap. Kondisi itu membuat pertandingan melawan Malut United menjadi ujian berat, terutama saat tim sedang membutuhkan respons setelah kekalahan 0-3 dari Persijap Jepara.

Masalah utama Persita bukan hanya soal hasil buruk di laga sebelumnya, tetapi juga terbatasnya pilihan di sektor serang. Beberapa nama penting tidak bisa dimainkan, sehingga Carlos Pena harus menyusun ulang kekuatan tim di tengah tekanan untuk tetap mengumpulkan poin dari dua laga tersisa di Super League 2025/2026.

Serangan Persita kehilangan banyak opsi

Eber Bessa dan Matheus Alves masih menjalani pemulihan cedera. Di saat yang sama, Hokky Caraka juga absen, sementara Javlon Guseynov harus menepi karena akumulasi kartu merah.

Rangkaian absennya pemain itu membuat variasi serangan Persita menurun. Pena pun mengakui timnya sudah mencoba banyak opsi untuk mencari solusi, tetapi efektivitas gol tetap menjadi masalah yang belum teratasi.

“Kami ingin melupakan kekalahan terakhir di kandang dan fokus mendapatkan sebanyak mungkin poin di dua laga sisa,” ujar Pena. Ia menekankan bahwa pertandingan malam ini bukan sekadar persiapan, melainkan kesempatan untuk bangkit segera.

Kekurangan gol jadi sorotan

Pena tidak menutup mata bahwa Persita mengalami penurunan ketajaman dalam dua bulan terakhir. Menurutnya, situasi itu semakin terasa karena beberapa pemain depan tidak tersedia, sehingga alur serangan tim menjadi lebih sempit.

Ia menilai ada pelajaran penting dari pertandingan terakhir, terutama karena Persita tidak mampu mencetak gol. Meski begitu, Pena tetap melihat ada sejumlah hal positif yang sudah dibangun timnya sepanjang musim ini.

Kondisi tersebut membuat laga di Ternate terasa lebih menantang. Persita harus tampil efektif di tengah keterbatasan, sementara waktu untuk memperbaiki keadaan juga sangat singkat.

Modal dari pertemuan pertama

Persita tetap punya pegangan dari duel pertama melawan Malut United musim ini. Saat itu, kedua tim bermain imbang 0-0, hasil yang menunjukkan duel mereka cenderung berlangsung ketat.

Namun, situasi kali ini berbeda karena Persita datang tanpa beberapa pemain inti. Tantangan itu makin besar karena Malut United tampil lebih stabil dan bermain di kandang sendiri.

Secara klasemen, Persita berada di posisi ke-9 dengan 44 poin. Malut United menempati peringkat ke-6 dengan 52 poin, sehingga tuan rumah punya modal lebih baik untuk menghadapi laga di Gelora Kie Raha.

Ujian menjelang akhir musim

Bagi Persita, pertandingan ini bukan hanya soal posisi di klasemen. Laga ini juga menjadi pembuktian apakah mereka masih bisa bersaing saat banyak amunisi di lini depan tidak tersedia.

Dengan dua pertandingan tersisa, setiap poin menjadi sangat berarti. Pena dan stafnya harus mencari solusi cepat agar Persita bisa menutup musim dengan hasil yang lebih baik, meski kondisi tim belum sepenuhnya ideal.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru