Kehadiran Pico Lopes di Piala Dunia FIFA 2026 menjadi salah satu kisah paling tidak biasa dari perjalanan Tanjung Verde. Bek tengah itu akhirnya mengenakan seragam tim nasional setelah sebuah pesan di LinkedIn membuka pintu menuju karier internasionalnya.
Di turnamen tersebut, Tanjung Verde tampil sebagai debutan yang mampu menembus babak gugur. Dalam perjalanan itu, Lopes menjadi bagian penting dari lini belakang yang membantu timnya meredam lawan-lawan kuat, termasuk Spanyol, Uruguay, dan Argentina.
Peran Besar di Lini Pertahanan
Walau perhatian publik banyak tertuju kepada kiper veteran Vozinha, Lopes juga memegang peran penting di sektor belakang. Ketenangan dan pengalamannya memberi stabilitas bagi pertahanan Tanjung Verde sepanjang turnamen.
| Tokoh | Peran | Catatan Penting |
|---|---|---|
| Pico Lopes | Bek tengah | Menjadi pilar pertahanan Tanjung Verde di Piala Dunia FIFA 2026 |
| Vozinha | Kiper veteran | Mendapat banyak sorotan berkat penampilan gemilang di bawah mistar |
Jalur Internasional yang Tidak Lazim
Lopes memiliki latar keluarga campuran. Ibunya berasal dari Irlandia, sementara ayahnya memiliki darah Tanjung Verde, sehingga ia memenuhi syarat untuk membela negara asal sang ayah.
Sebelum memperkuat Tanjung Verde, Lopes sempat bermain untuk Timnas Irlandia U-19. Namun, ia tidak pernah mendapat kesempatan bersama tim nasional senior Irlandia, sehingga peluang dari Tanjung Verde membuka babak baru dalam kariernya.
Percakapan yang Dimulai dari LinkedIn
Pada 2018, pelatih Tanjung Verde saat itu, Rui Águas, mengetahui Lopes berhak membela Tanjung Verde. Águas lalu mengirim pesan melalui LinkedIn, platform profesional yang jarang dipakai untuk mendekati pemain tim nasional.
Pesan pertama itu tidak ditanggapi. Lopes mengira pesan berbahasa Portugis tersebut hanyalah spam karena ia tidak memahami isinya.
Sekitar sembilan bulan kemudian, Águas kembali menghubungi Lopes. Kali ini pesan dikirim dalam bahasa Inggris dan mendapat respons positif dari sang bek.
Dari komunikasi itu, Lopes menerima tawaran membela Tanjung Verde dan menjalani debut pada laga persahabatan melawan Togo yang berakhir dengan kemenangan 2-0. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam struktur pertahanan tim.
Perjalanan Tanjung Verde Berakhir Dramatis
Langkah Tanjung Verde di Piala Dunia FIFA 2026 akhirnya terhenti setelah kalah 2-3 dari Argentina lewat perpanjangan waktu. Meski begitu, kontribusi Lopes tetap mendapat apresiasi karena ia menjadi bagian dari pencapaian bersejarah tim debutan tersebut.
Kisah ini menunjukkan bahwa jalan menuju panggung dunia bisa datang dari arah yang sama sekali tidak terduga. Sebuah pesan LinkedIn yang semula dianggap spam justru berubah menjadi pintu masuk Pico Lopes ke tim nasional dan ke Piala Dunia.
Source: www.medcom.id






