Pesanan 60 GWh Untuk HyperStrong, Baterai Natrium CATL Makin Siap Dipakai Luas

CATL mengamankan pesanan baterai sodium-ion terbesar di dunia sejauh ini melalui kerja sama strategis dengan HyperStrong. Kontrak tersebut mencakup suplai selama tiga tahun untuk 60 GWh baterai sodium-ion yang ditujukan bagi penyimpanan energi.

Skala pesanan ini langsung menarik perhatian industri karena menjadi penanda bahwa baterai sodium-ion mulai bergerak lebih dekat ke pasar komersial. Di tengah dominasi lithium-ion, langkah CATL memperlihatkan bahwa alternatif berbasis natrium kian diposisikan sebagai solusi nyata, bukan lagi sekadar teknologi eksperimen.

Dorongan besar untuk pasar penyimpanan energi

Kesepakatan itu diumumkan di Ningde, Fujian, tempat kantor pusat CATL berada. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyebut kemitraan dengan HyperStrong sebagai awal baru bagi pengiriman baterai sodium-ion dalam skala besar.

Bagi CATL, nilai penting kontrak ini bukan hanya terletak pada volume 60 GWh. Pesanan tersebut juga dibaca sebagai sinyal bahwa pasar mulai membuka ruang lebih luas untuk sodium-ion, terutama untuk aplikasi penyimpanan energi.

CATL menilai pencapaian ini menunjukkan bahwa hambatan utama produksi massal telah dilalui. Dengan begitu, rantai pasok baterai sodium-ion dinilai siap masuk ke fase pertumbuhan yang lebih cepat.

Investasi panjang yang mulai membuahkan hasil

Untuk mencapai titik ini, CATL menyatakan telah menggelontorkan hampir 10 miliar yuan atau sekitar $1.47 miliar untuk riset dan pengembangan baterai sodium sejak 2016. Dana itu digunakan untuk meningkatkan performa sekaligus menekan kendala yang selama ini menghambat penerapan teknologi baru tersebut.

Perusahaan juga menyebut densitas energi baterai sodium-ion telah meningkat signifikan. Selain itu, CATL menerapkan desain platform dengan ukuran yang sama seperti baterai lithium-ion agar integrasi ke sistem yang sudah ada menjadi lebih mudah.

Pendekatan ini dianggap penting bagi pengguna industri. Transisi ke teknologi baru dapat dilakukan tanpa perubahan besar pada perangkat, sehingga penyesuaian untuk penyimpanan energi bisa lebih efisien dan biayanya lebih terkendali.

Karakter teknis yang cocok untuk kebutuhan utama

CATL menyoroti sejumlah keunggulan baterai sodium-ion yang relevan untuk penyimpanan energi jangka panjang. Teknologi ini disebut memiliki performa yang baik pada suhu ekstrem, menghasilkan panas lebih rendah saat bekerja, serta menawarkan stabilitas dan aspek keamanan yang dinilai lebih baik.

Sifat tersebut membuat sodium-ion dipandang cocok untuk fasilitas penyimpanan daya dan pembangkit yang membutuhkan solusi aman, stabil, dan ekonomis. Dalam konteks itu, baterai sodium-ion semakin dilihat sebagai kandidat penting untuk pasar penyimpanan energi skala besar.

Kemampuan menyederhanakan arsitektur sistem juga menjadi nilai tambah lain. CATL menilai teknologi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi ekonomi dalam penerapan penyimpanan energi, yang selama ini sangat bergantung pada efisiensi biaya dan keandalan operasional.

Arah pengembangan tidak berhenti di penyimpanan energi

Ketertarikan CATL pada sodium-ion tidak dibatasi pada satu sektor. Ketua CATL Robin Zeng sebelumnya menyebut teknologi ini berpotensi menggantikan 30% hingga 40% pangsa pasar yang ada dalam jangka panjang.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa CATL memandang sodium-ion sebagai bagian penting dari strategi jangka panjang, bukan sekadar pelengkap dari lithium-ion. Perusahaan juga tengah mengembangkan baterai sodium generasi keenam untuk menjangkau lebih banyak skenario penggunaan.

Di sektor kendaraan penumpang, CATL juga telah mengambil langkah awal. Pada Februari, perusahaan bersama Changan Automobile memperkenalkan kendaraan penumpang massal pertama di dunia yang ditenagai baterai sodium-ion.

Mobil listrik tersebut dijadwalkan masuk pasar pada pertengahan 2026 dan menggunakan baterai Naxtra milik CATL. Dalam kondisi dingin ekstrem, daya keluarnya disebut hampir tiga kali lebih tinggi dibanding baterai lithium iron phosphate dengan kapasitas yang sama.

Dengan pesanan besar dari HyperStrong, pengembangan teknologi generasi baru, dan langkah awal ke mobil penumpang, CATL memperluas posisi sodium-ion di dua pasar sekaligus. Di saat yang sama, perusahaan tetap menjadi pemasok baterai kendaraan listrik terbesar di dunia dengan pangsa pasar global 39,2% untuk keseluruhan 2025, menurut SNE Research.

Berita Terkait