Pesanan SU7 Tembus 80 Ribu, Xiaomi Mulai Diperhitungkan Di Pasar EV

Author: Redaksi Android62

Lonjakan pesanan Xiaomi SU7 langsung memberi sinyal bahwa debut mobil listrik perusahaan asal China ini tidak berjalan biasa. Dalam waktu kurang dari dua bulan di China, sedan tersebut disebut sudah mengantongi lebih dari 80 ribu pesanan, angka yang cukup untuk membuat pasar menoleh serius ke langkah Xiaomi di industri kendaraan listrik.

Antusiasme itu juga tidak berhenti di konsumen. Saham Xiaomi ikut disebut melonjak karena tingginya minat terhadap SU7, sehingga pasar melihat peluang baru dari bisnis otomotif yang selama ini belum menjadi fokus utama perusahaan.

SUV dan sedan jadi pijakan awal Xiaomi di EV

SU7 diposisikan sebagai sedan listrik berukuran besar dengan tampilan sporty dan performa tinggi. Xiaomi menawarkan model ini dalam beberapa varian, yakni Standard, Pro, Max, dan Ultra.

Di antara seluruh varian, tipe tertinggi disebut sanggup menghasilkan tenaga hingga 1.138 dk. Akselerasinya pun sangat agresif karena mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam waktu di bawah dua detik.

Untuk varian tertentu, jarak tempuh SU7 diklaim bisa mencapai 800 km berdasarkan standar CLTC. Kombinasi tenaga besar dan daya jelajah panjang itu membuat SU7 masuk ke persaingan yang sangat padat di pasar kendaraan listrik China.

Harga dipasang agresif untuk merebut perhatian pasar

Saat diluncurkan di China, SU7 dijual mulai 215.900 yuan atau sekitar Rp 492 jutaan. Varian teratas SU7 Max dibanderol mulai 299.900 yuan atau sekitar Rp 684 jutaan.

Rentang harga tersebut memperlihatkan strategi Xiaomi yang ingin tampil kompetitif sejak awal. Perusahaan juga mengandalkan teknologi pengisian cepat sebagai salah satu daya tarik utama untuk menantang merek besar seperti Tesla dan BYD.

Minat besar membuka ruang ekspansi

Respons awal yang kuat membuat Xiaomi tidak berhenti pada satu model saja. Perusahaan dikabarkan sudah menyiapkan ekspansi lini kendaraan listrik melalui SUV baru bernama Xiaomi YU7.

Langkah itu menunjukkan bahwa Xiaomi ingin membangun kehadiran yang lebih luas di pasar EV. Bukan sekadar hadir lewat SU7, perusahaan tampak menyiapkan portofolio yang lebih lengkap untuk jangka panjang.

Tantangan berikutnya ada pada ketahanan permintaan

Meski angka pesanan awal dan respons pasar terlihat menjanjikan, Xiaomi masih harus membuktikan konsistensi. Pasar kendaraan listrik tetap penuh persaingan, sehingga momentum SU7 perlu dijaga agar tidak cepat mereda.

Di sisi lain, posisi Xiaomi sebagai pemain baru kini sudah mendapat perhatian lebih besar. Jika penjualan tetap kuat dan ekspansi model berjalan mulus, langkah perusahaan di sektor otomotif bisa semakin sulit diabaikan.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru