Peta Grup Awal Piala Dunia 2026 Makin Terbuka, 48 Skuad Lengkap Penuh Nama Besar

Author: Redaksi Android62

Empat grup awal Piala Dunia 2026 langsung memperlihatkan betapa padatnya persaingan setelah 48 negara melengkapi skuad masing-masing. Dari Grup A sampai Grup D, deretan nama besar sudah tersebar dan membuat fase grup terasa jauh lebih terbuka sekaligus sulit diprediksi.

Format baru yang menaikkan jumlah peserta dari 32 menjadi 48 tim ikut mengubah peta kekuatan turnamen. Banyak skuad kini membawa pemain dari berbagai liga, sehingga kedalaman tim dan pengalaman internasional menjadi faktor yang makin menentukan sejak pertandingan pertama.

Grup D jadi salah satu yang paling ramai perhatian

Di atas kertas, Grup D menonjol karena diisi Amerika Serikat, Paraguay, Australia, dan Turki. Susunan itu langsung memunculkan bayangan pertarungan ketat, terutama karena Amerika Serikat tampil di kandang sendiri dengan target besar.

Amerika Serikat membawa Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, dan Antonee Robinson sebagai tulang punggung. Mereka juga masih punya Matt Turner, Sergiño Dest, Gio Reyna, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, dan Tim Weah sebagai opsi tambahan yang memperkaya lini tengah dan serangan.

Paraguay datang dengan poros permainan yang bertumpu pada Gustavo Gomez, Miguel Almiron, dan Julio Enciso. Di lini depan, Julio Enciso, Antonio Sanabria, dan Gabriel Avalos memberi variasi serangan yang bisa mengubah arah laga kapan saja.

Turki hadir dengan Hakan Calhanoglu, Kenan Yildiz, Ferdi Kadioglu, dan Merih Demiral. Australia juga masuk sebagai lawan yang tidak bisa diremehkan karena membawa skuad padat pemain diaspora dan yang berkarier di luar negeri.

Brasil dan Maroko membuat Grup C sangat menonjol

Grup C ikut menyedot perhatian karena mempertemukan Brasil, Maroko, Haiti, dan Skotlandia. Dua tim teratas datang dengan kedalaman skuad yang kuat, sementara dua tim lain tetap punya pemain yang bisa memberi kejutan.

Brasil membawa deretan nama elite seperti Alisson, Casemiro, Marquinhos, Vinicius Junior, Raphinha, dan Neymar. Kekuatan mereka terlihat merata di semua lini, termasuk kehadiran Ederson, Endrick, Gabriel Martinelli, Matheus Cunha, dan Vinicius Junior di area depan.

Maroko juga tampil dengan struktur tim yang solid dari belakang ke depan. Achraf Hakimi, Sofyan Amrabat, Yassine Bounou, Brahim Diaz, Nayef Aguerd, Azzedine Ounahi, Ismael Saibari, Soufiane Rahimi, dan Ayoub El Kaabi menjadi nama-nama penting dalam skuad mereka.

Haiti mengandalkan pemain yang berkarier di luar negeri seperti Jean-Ricner Bellegarde dan Duckens Nazon. Skotlandia bertumpu pada kolektivitas lewat Andy Robertson, John McGinn, Scott McTominay, dan Che Adams.

Grup A dan Grup B sama-sama menuntut konsistensi

Grup A mempertemukan Meksiko, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Republik Ceko dalam satu jalur yang tidak memberi banyak ruang longgar. Meksiko mengandalkan pengalaman serta energi baru lewat Guillermo Ochoa dan Santiago Giménez.

Korea Selatan tetap berpusat pada Kim Min-jae, Hwang In-beom, Lee Kang-in, dan Son Heung Min. Afrika Selatan membawa Ronwen Williams dan Lyle Foster, disertai sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri, sedangkan Republik Ceko tampil dengan Tomas Soucek, Patrik Schick, dan Vladimir Coufal.

Grup B terasa seimbang karena mempertemukan Kanada, Bosnia and Herzegovina, Qatar, dan Swiss. Kanada bertumpu pada Alphonso Davies, Jonathan David, dan Stephen Eustáquio, sementara Bosnia and Herzegovina mengandalkan Edin Dzeko, Sead Kolasinac, dan Ermedin Demirovic.

Qatar tetap percaya pada Akram Afif, Almoez Ali, dan Hassan Al-Haydos. Swiss datang dengan kekuatan kolektif yang ditopang Granit Xhaka, Manuel Akanji, Breel Embolo, dan Gregor Kobel.

Banyak nama besar siap jadi sorotan turnamen

Di tengah peta persaingan yang makin luas, sejumlah pemain diperkirakan tetap menjadi pusat perhatian publik. Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Pulisic, Son Heung Min, Neymar, dan Xhaka termasuk dalam kelompok nama besar yang bisa memengaruhi arah persaingan sejak fase grup dimulai.

Kehadiran mereka juga mempertegas perubahan atmosfer turnamen setelah jumlah peserta bertambah. Dengan skuad yang lebih beragam dan sebaran kekuatan yang lebih merata, fase grup Piala Dunia 2026 sudah terasa padat bahkan sebelum laga pertama bergulir.

Source: bola.bisnis.com
Berita Terbaru