Kehadiran Enzy Storia dan Afgan langsung menjadi daya tarik utama dalam film komedi adaptasi novel Agensi Rumah Tangga. Dua nama populer itu ditempatkan sebagai pusat cerita, sehingga perhatian penonton bukan hanya tertuju pada premisnya, tetapi juga pada kemungkinan chemistry keduanya di layar.
Film ini mengusung kisah yang dekat dengan pengalaman banyak orang, terutama soal tekanan ekonomi dan urusan rumah tangga yang berubah menjadi sumber komedi. Di balik nuansa ringan itu, ceritanya tetap membawa konflik keluarga dan situasi hidup yang terasa akrab.
Agensi Rumah Tangga diangkat dari novel populer karya Almira Bastari. Naya Anindita duduk di bangku sutradara, sementara Starvision menjadi rumah produksi yang menggarap proyek ini.
Katia dan langkah tak biasa setelah kehilangan pekerjaan
Cerita berpusat pada Katia Asmaranto, perempuan karier yang terkena PHK dari startup tempatnya bekerja. Setelah kehilangan pekerjaan, ia harus menghadapi cicilan rumah yang menumpuk dan tekanan dari ibunya.
Dalam kondisi itu, Katia mengambil keputusan yang tidak biasa. Ia mengubah rumahnya menjadi agensi penyalur asisten rumah tangga, dan dari sinilah rangkaian konflik sekaligus komedi mulai bergerak.
Langkah tersebut membuka banyak pertemuan dengan klien beragam karakter. Di saat yang sama, Katia juga harus mengelola para pekerja rumah tangga yang punya kepribadian unik.
Enzy Storia dan Afgan jadi poros cerita
Enzy Storia memerankan Katia Asmaranto, tokoh sentral yang membawa beban emosional cukup luas. Peran ini menuntutnya bergerak dari kepanikan menghadapi masalah ekonomi hingga kekacauan saat menjalankan bisnis yang tidak lazim.
Afgan hadir sebagai Kafka, sosok pria yang memiliki keterkaitan erat dengan Katia. Kehadirannya menambah perhatian pada film ini, apalagi posisinya diperkirakan menjadi salah satu poros penting dalam dinamika cerita.
Kombinasi keduanya membuat Agensi Rumah Tangga menonjol di tengah banyaknya adaptasi novel yang terus bermunculan. Hubungan antar karakter juga menjadi salah satu aspek yang dipantau penonton.
Lapisan komedi datang dari keluarga dan tim ART
Dari sisi keluarga, Unique Priscilla berperan sebagai Titin Asmaranto, ibu Katia yang berstatus PNS. Karakter ini disebut menjadi sumber humor lewat komentar-komentar khas yang mewarnai hubungan ibu dan anak.
Ardit Erwandha juga ikut bergabung sebagai Banu, tokoh yang kerap bernasib kurang beruntung namun justru memunculkan kelucuan. Yunita Siregar kembali bekerja sama dengan Naya Anindita dalam proyek ini.
Lapisan komedi lain hadir dari tim ART di agensi Katia. Tike Priatnakusumah memerankan Bi Minah, Mimi Imif sebagai Siti, dan Caca Zhira sebagai Iri.
Musifah turut memperkuat ensemble sebagai Rih, Neng Wulandari sebagai Marsih, dan Dea Panendra sebagai Dini. Sementara itu, konten kreator Astrid Juwita mencatat debut aktingnya lewat peran Ratih.
Adaptasi yang dijaga agar tetap terasa dekat
Pengembangan skenario melibatkan Ayu Anggraini dan Upi Avianto. Keduanya bertugas menerjemahkan novel ke format visual sambil menjaga ruh cerita aslinya agar tetap terasa bagi penonton.
Dengan premis yang relevan, jajaran pemain yang solid, dan komedi yang berangkat dari keseharian, Agensi Rumah Tangga diposisikan sebagai salah satu film Indonesia yang paling dinantikan. Kehadiran Enzy Storia dan Afgan di pusat cerita membuat film ini semakin menarik untuk diikuti.
Source: lifestyle.bisnis.com






