Mengikuti belasan pertandingan Piala Dunia 2026 secara langsung berpotensi menelan biaya lebih dari USD 19.000 atau sekitar Rp313 juta. Angka tersebut mencakup tiket laga, penerbangan, penginapan, perpindahan antarkota, makan, hingga kegiatan wisata selama turnamen.
Pos pengeluaran paling berat dapat berasal dari tiket, terutama ketika kompetisi memasuki babak gugur. Seorang suporter dilaporkan membayar sekitar USD 3.400 atau sekitar Rp61 juta untuk satu tiket pertandingan final.
Biaya Sangat Bergantung pada Rencana Menonton
Besarnya anggaran tidak sama untuk setiap penggemar karena ditentukan oleh jumlah laga, kota tujuan, dan lama perjalanan. Suporter yang tinggal di kota tuan rumah serta hanya menonton satu pertandingan bahkan dapat mengeluarkan kurang dari USD 1.000 atau sekitar Rp18 juta.
| Jenis Perjalanan | Jumlah Pertandingan | Perkiraan Pengeluaran |
|---|---|---|
| Suporter lokal | Satu pertandingan | Kurang dari USD 1.000 atau sekitar Rp18 juta |
| Tiket final | Satu pertandingan | Sekitar USD 3.400 atau sekitar Rp61 juta |
| Mengikuti turnamen | Belasan pertandingan | Lebih dari USD 19.000 atau sekitar Rp313 juta |
Perbedaan biaya itu menunjukkan bahwa perjalanan ke turnamen tidak hanya ditentukan oleh harga masuk stadion. Mengikuti tim favorit di beberapa lokasi dapat memperbesar kebutuhan dana secara cepat, bahkan sebelum belanja suvenir diperhitungkan.
Tiket Resmi Menjadi Jalur yang Lebih Terkendali
Harga tiket fase grup umumnya masih berada pada kisaran ratusan dolar AS untuk satu pertandingan. Nilainya meningkat tajam pada laga eliminasi karena permintaan lebih tinggi, dengan Tiket Final menjadi salah satu pengeluaran paling mahal.
Undian resmi FIFA yang diikuti sejak jauh hari menjadi salah satu pilihan bagi penggemar untuk memperoleh tiket sesuai harga resmi. Jalur ini berbeda dengan pasar jual beli kembali atau resale, yang dapat menaikkan biaya secara signifikan ketika tiket resmi semakin sulit didapat.
Risiko lonjakan pengeluaran paling besar muncul pada pertandingan yang paling diminati, khususnya babak akhir turnamen. Karena itu, pembelian melalui jalur resmi sejak awal dapat menjadi bagian penting dari perencanaan biaya.
Jarak Antarkota Menambah Beban Perjalanan
Piala Dunia 2026 digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sehingga perpindahan lokasi perlu dihitung dengan cermat. Suporter dari luar negara tuan rumah perlu mengalokasikan biaya penerbangan internasional, perjalanan antarkota, penginapan, dan kebutuhan makan harian.
Jadwal tim favorit yang tersebar di sejumlah kota dapat membuat biaya transportasi meningkat. Pengeluaran kecil seperti perjalanan lokal menuju stadion atau lokasi kegiatan juga dapat bertambah besar apabila perjalanan berlangsung selama beberapa pekan.
Untuk mengurangi biaya, sebagian penggemar memilih menginap di rumah teman atau berbagi tempat tinggal bersama rombongan. Memasak sendiri juga menjadi cara yang dapat digunakan untuk mengendalikan pengeluaran konsumsi selama berada di kota pertandingan.
Wisata dan Merchandise Perlu Masuk Perhitungan
Perjalanan menonton Piala Dunia sering kali disertai agenda mengunjungi landmark, menikmati pertunjukan lokal, dan membeli kenang-kenangan. Merchandise resmi seperti jersey dapat menjadi pos tambahan yang cukup besar bagi suporter.
Menurut laporan The New York Times yang dikutip Liputan6.com, variasi biaya perjalanan sangat dipengaruhi jumlah laga, kota yang didatangi, dan durasi kunjungan. Atmosfer stadion, fan zone, serta pertemuan dengan pendukung dari berbagai negara memang menjadi daya tarik, tetapi batas belanja tetap perlu ditetapkan sejak awal.
Anggaran Perjalanan yang disusun secara rinci dapat membantu suporter membedakan kebutuhan utama dan pengeluaran tambahan. Perencanaan tiket, rute, akomodasi, transportasi lokal, serta belanja pribadi menjadi langkah penting agar perjalanan tidak membebani kondisi keuangan setelah turnamen selesai.
Source: www.liputan6.com






