Pilihan Mustahil Andi Budiman, Vino G. Bastian Hadapi Konflik Keluarga

Author: Redaksi Android62

Vino G. Bastian memerankan Andi Budiman, ayah sederhana yang harus mengambil pilihan sulit ketika keluarganya terseret persoalan serius. Karakter ini menjadi pusat konflik dalam film Ayah, Aku Mau Cerita, yang mempertemukan ancaman hukum, rasa takut, dan dorongan melindungi keluarga.

Andi tidak digambarkan sebagai sosok yang memiliki kekuasaan atau jawaban atas seluruh masalah. Ia justru harus mengandalkan kecerdikan dan naluri sebagai ayah saat setiap tindakannya dapat menentukan nasib orang-orang terdekatnya.

Konflik Berawal dari Peristiwa di Desa Banaran

Kehidupan tenang keluarga Andi di Desa Banaran berubah setelah putri remajanya menjadi korban pelecehan. Upaya sang putri mempertahankan diri kemudian berujung pada hilangnya seorang pemuda.

Masalah tersebut membesar karena pemuda yang hilang merupakan putra tunggal seorang Kapolres. Penyelidikan pun perlahan mengarah kepada keluarga Andi, yang berada dalam posisi rentan tanpa jabatan maupun pengaruh.

Situasi itu menempatkan Andi pada persimpangan yang tidak mudah. Keputusannya dapat membawa akibat besar bagi keluarganya, sekaligus bagi pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Vino Menyoroti Sisi Manusiawi Andi

Vino G. Bastian menilai Andi Budiman terasa dekat karena bukan pahlawan yang selalu mengetahui jalan keluar. Karakter itu digerakkan oleh kecintaan kepada keluarga ketika keadaan memaksanya menentukan langkah yang berat.

“Andi adalah laki-laki biasa. Dia bukan orang yang selalu tahu jawaban dari setiap masalah. Justru karena itulah dia terasa nyata,” ungkap Vino G. Bastian.

Menurut Vino, hati dapat berbicara lebih kuat daripada logika saat seorang ayah menghadapi pilihan mustahil. Pandangan itu menjadi salah satu landasan emosional bagi perjalanan Andi sepanjang cerita.

Marsha Timothy Berada di Sisi Berlawanan

Konflik dalam Ayah, Aku Mau Cerita juga mempertemukan Vino dengan Marsha Timothy dalam posisi yang bertolak belakang. Kedua karakter mempertahankan keyakinan masing-masing mengenai kebenaran dan keadilan.

Marsha Timothy mengatakan pertemuannya kembali dengan Vino kali ini berbeda dari peran mereka sebagai pasangan yang saling menguatkan. Dalam film ini, dua karakter tersebut harus berhadapan ketika setiap keputusan berdampak pada banyak orang.

“Kami tidak sedang memainkan pasangan yang saling menopang. Kami justru dipertemukan dalam situasi yang membuat masing-masing karakter memiliki keyakinannya sendiri tentang apa yang benar,” kata Marsha Timothy.

Perbedaan keyakinan itu membuat konflik tidak berhenti pada pembagian sederhana antara pihak benar dan salah. Ketegangan emosional muncul dari pilihan-pilihan yang sama-sama menyimpan konsekuensi besar.

Investigasi Menjadi Jalan Masuk Tema Keluarga

Sutradara Danial Rifki menempatkan hubungan antarmanusia sebagai inti film, di balik rangkaian investigasi dan ketegangan cerita. Film ini mengangkat rasa bersalah, pengampunan, keadilan, serta cinta yang tidak mengenal syarat.

“Film ini berbicara tentang rasa bersalah, pengampunan, keadilan, dan cinta yang tidak mengenal syarat,” ujar Danial Rifki. Ia berharap penonton meninggalkan bioskop dengan pertanyaan tentang apakah mereka telah sungguh-sungguh mendengarkan orang yang dicintai.

Produser Falcon Pictures, Frederica, menilai tema tentang seseorang yang memikul beban demi keluarga memiliki kedekatan universal. Keterangan yang dikutip Medcom menyebut film ini ingin menghibur sekaligus mengajak penonton menghargai keluarga di sekitarnya.

Selain Vino G. Bastian dan Marsha Timothy, film ini dibintangi Niken Anjani, Ziva Magnolya, Gunawan Sudrajat, Pritt Timothy, Rizky Hanggono, Queen Lubis, Sadana Agung, Norman Akyuwen, Ibnu Gundul, Whani Darmawan, Faris Fadjar, dan Aksara Dena. Film garapan Danial Rifki tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru