BRI menyiapkan jalur pembiayaan non-KUR untuk nasabah yang membutuhkan dana lebih besar dan skema yang lebih lentur. Opsi ini mencakup kebutuhan rumah, kendaraan, konsumtif, sampai modal usaha, sehingga cocok dijadikan pembanding saat plafon KUR sudah tidak lagi mencukupi.
Bagi calon debitur, titik awal yang paling penting bukan sekadar memilih produk, melainkan menghitung cicilan sejak awal. Simulasi angsuran membantu menilai apakah tenor dan besaran pinjaman masih aman bagi arus kas bulanan.
Ruang pembiayaan yang lebih luas
Kredit non-KUR BRI menyasar beragam segmen nasabah, mulai dari individu, pelaku UMKM, hingga korporasi. Karena itu, pilihan pembiayaannya tidak berhenti pada kebutuhan usaha mikro saja, tetapi juga meluas ke aset dan kebutuhan pribadi.
Daya tarik utamanya ada pada plafon yang lebih tinggi dibanding KUR. Skema ini memberi ruang yang lebih besar bagi nasabah yang membutuhkan pendanaan di atas batas KUR dan ingin menyesuaikan tenor dengan kemampuan membayar.
KPR untuk hunian dan properti
Untuk kebutuhan properti, BRI menyediakan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Produk ini dapat dipakai untuk rumah, apartemen, ruko, dan rukan dengan skema pembiayaan yang fleksibel.
Pilihan di dalamnya mencakup BRI KPR Primary, BRI KPR Secondary, BRI KPR Top Up, BRI KPR Sejahtera FLPP, KPR Green Financing, dan BRI KPR Solusi. Pada lini ini, plafon pinjaman dapat mencapai Rp10 miliar dengan tenor sampai 20 tahun.
KKB untuk kendaraan bermotor
Selain properti, BRI juga memiliki Kredit Kendaraan Bermotor atau KKB. Fasilitas ini meliputi pembiayaan mobil baru, mobil bekas, refinancing kendaraan, Car Ownership Program (COP), dan Motorcycle Ownership Program (MOP).
KKB menjadi opsi bagi nasabah yang ingin membeli kendaraan roda empat maupun roda dua melalui skema kredit. Dengan pilihan yang beragam, pembiayaan bisa disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan yang dituju.
Multiguna dan Kupedes sebagai opsi lain
BRI juga menawarkan kredit Multiguna bagi nasabah dengan penghasilan tetap. Kredit ini khusus untuk nasabah yang memiliki rekening payroll atau gaji di BRI, dengan penggunaan bersifat konsumtif dan angsuran dibayar dari gaji bulanan.
Di luar itu, ada pula Kupedes BRI yang masuk dalam daftar kredit non-KUR. Produk ini menambah pilihan bagi nasabah yang ingin melihat alternatif pembiayaan lain sesuai kebutuhan masing-masing.
Mengapa simulasi angsuran tidak boleh dilewatkan
Meski pilihan produknya beragam, simulasi angsuran tetap perlu dicek sebelum pengajuan dilakukan. Langkah ini penting karena cicilan yang terlalu besar dapat mengganggu kesehatan keuangan bulanan.
Simulasi juga membantu mencocokkan nilai pinjaman dengan tenor yang dipilih. Dengan begitu, beban pembayaran bisa lebih terukur dan risiko keterlambatan dapat ditekan.
Pada kredit dengan plafon besar seperti KPR, tenor yang panjang memang dapat membuat cicilan bulanan terasa lebih ringan. Namun keputusan tetap harus kembali pada kebutuhan riil dan kapasitas finansial yang stabil.
Hal yang sama berlaku untuk KKB dan Multiguna. Nasabah perlu menyesuaikan tujuan penggunaan dana dengan jenis kredit agar struktur pembiayaan lebih tepat dan pembayaran tetap aman.
Produk yang paling relevan untuk tiap kebutuhan
Pinjaman non-KUR BRI paling relevan bagi masyarakat yang ingin membeli hunian atau kendaraan lewat skema kredit. Produk ini juga cocok bagi pekerja bergaji tetap yang membutuhkan pembiayaan konsumtif melalui jalur payroll.
Bagi pelaku usaha, kredit non-KUR bisa menjadi alternatif saat kebutuhan dana sudah melampaui batas KUR. Dengan plafon yang lebih tinggi, ruang pembiayaan menjadi lebih luas untuk mendukung kebutuhan usaha atau investasi tertentu.
Pilihan tenor yang tersedia memberi fleksibilitas tambahan bagi nasabah. Karena itu, langkah terbaik tetap dimulai dari menilai kecocokan produk, besaran pinjaman, dan kemampuan membayar angsuran secara rutin sebelum menentukan pengajuan.







