Selisih harga Rp 100.000 langsung menjadi pembeda paling nyata antara Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro. Untuk varian memori yang sama, Poco C81 Pro dipasarkan lebih murah, sementara keduanya tetap membawa paket spesifikasi yang pada dasarnya identik.
Di kelas ponsel entry-level, kondisi seperti ini membuat pilihan tidak otomatis mengarah ke perangkat yang paling murah. Justru desain belakang dan selera visual bisa ikut menentukan, karena sisi lain dari dua model ini memang sangat berdekatan.
Harga yang berjarak tipis
Redmi A7 Pro varian 4/64 GB dijual Rp 1.649.000, sedangkan varian 4/128 GB dibanderol Rp 1.799.000. Poco C81 Pro hadir dengan skema yang sama, tetapi lebih rendah Rp 100.000 di tiap kapasitas, yakni Rp 1.549.000 untuk 4/64 GB dan Rp 1.699.000 untuk 4/128 GB.
Perbedaan itu terlihat kecil, tetapi cukup untuk membentuk arah pilihan. Calon pembeli yang ingin menekan bujet bisa melirik Poco C81 Pro, sedangkan Redmi A7 Pro menawarkan nilai tambah pada sisi tampilan.
Desain belakang jadi pembeda yang paling mudah terlihat
Redmi A7 Pro hadir dalam empat warna, yaitu Mist Blue, Palm Green, Sunset Orange, dan Black. Dari keempatnya, Palm Green dan Sunset Orange tampil paling menonjol karena sama-sama membawa motif khas di panel belakang.
Palm Green memakai corak menyerupai dedaunan dengan nuansa hijau muda yang terasa segar. Sunset Orange mengusung motif mirip ombak berwarna putih dengan dominasi oranye yang tidak terlalu mencolok.
Mist Blue menjadi opsi biru laut yang lebih umum. Sementara itu, Black hadir sebagai pilihan hitam yang lebih konvensional.
Poco C81 Pro mengambil jalur yang lebih sederhana dengan tiga warna, yakni Green, Black, dan Gold. Tidak ada varian motif khusus seperti pada Redmi A7 Pro, tetapi bagian belakangnya tetap menampilkan aksen huruf-huruf yang membentuk logo khas Poco.
Spesifikasi inti yang nyaris sama
Di luar urusan warna dan label harga, keduanya membawa fondasi yang sama. Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sama-sama memakai layar LCD 6,9 inci dengan resolusi HD Plus 1.600 x 720 piksel.
Layar itu juga mendukung refresh rate hingga 120 Hz. Tingkat kecerahannya mencapai 800 nit dalam mode HBM atau High Brightness Mode.
Keduanya mengandalkan chipset Unisoc T7250 dengan fabrikasi 12 nm. Prosesor ini memiliki delapan inti, terdiri dari dua Cortex-A75 1,8 GHz dan enam Cortex-A55 1,6 GHz, dengan GPU Mali-G57.
Paket memorinya juga identik. Xiaomi menyediakan RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB serta RAM 4 GB dengan storage 128 GB pada kedua model ini, lengkap dengan ekspansi RAM virtual hingga 8 GB.
Kamera, baterai, dan fitur yang sekelas
Di sektor kamera, Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sama-sama dibekali kamera utama 13 MP di belakang. Keduanya juga memiliki kamera depan 8 MP, dengan susunan kamera belakang vertikal dan kamera depan dalam notch berbentuk huruf “V”.
Untuk daya, dua ponsel ini membawa baterai 6.000 mAh. Pengisian dayanya mendukung fast charging 15 watt, sehingga karakter pemakaiannya tetap berada di jalur yang sama.
Fitur pelengkapnya pun serupa. Keduanya membawa sensor sidik jari di samping, jack audio 3,5 mm, Bluetooth 5.2, dan sistem operasi HyperOS 3.
Xiaomi juga menambahkan fitur berbasis kecerdasan buatan pada keduanya. Daftarnya mencakup Google Gemini, Circle to Search with Google, dan AI Sky.
Pilihan akhirnya kembali ke selera dan bujet
Dengan komposisi seperti itu, Redmi A7 Pro dan Poco C81 Pro sulit dipisahkan dari sisi kemampuan utama. Selisih harga Rp 100.000 dan gaya desain belakang menjadi dua hal yang paling terasa saat membandingkan keduanya.
Situasi ini membuat pembeli di kelas Rp 1 jutaan perlu melihat prioritas pribadi masing-masing. Jika harga yang lebih rendah lebih penting, Poco C81 Pro punya posisi yang menarik, sedangkan Redmi A7 Pro lebih menonjol lewat opsi warna dan motif yang lebih ekspresif.
Source: tekno.kompas.com






