Poco Pad C1 diperkirakan segera masuk Indonesia setelah lolos sertifikasi TKDN. Kehadirannya menarik perhatian karena membawa kombinasi yang jarang ditemui di kelas tablet murah, mulai dari layar 2K 120Hz hingga bodi metal.
Di pasar global, perangkat ini dijual mulai 139 hingga 179 USD, atau sekitar Rp2,4 juta sampai Rp3,1 jutaan. Dengan rentang harga tersebut, Poco Pad C1 diposisikan untuk menantang tablet entri yang selama ini mengandalkan spesifikasi lebih sederhana.
Layar dan desain jadi daya tarik utama
Bagian yang paling mudah mencuri perhatian ada pada layarnya. Poco Pad C1 memakai panel IPS LCD berukuran 9,7 inci dengan resolusi 2K dan refresh rate 120Hz, sehingga pengalaman menggulir layar dan animasi disebut terasa lebih mulus.
Kecerahannya mencapai 600 nits dan sudah dibekali sertifikasi TUV Anti Low Blue Light serta Bebas Flicker. Di sisi fisik, tablet ini menggunakan bodi metal dengan ketebalan 7,4 mm dan bobot 406 gram, sehingga terasa ringkas untuk dibawa bepergian.
Performa harian, bukan untuk game berat
Untuk dapur pacu, Poco Pad C1 mengandalkan Snapdragon 6s 4G Gen 2 dengan fabrikasi 6nm dan kecepatan hingga 2,9 GHz. Skor AnTuTu yang disebut berada di kisaran 420.000-an poin menempatkannya pada kelas yang cukup aman untuk pemakaian harian.
Poco juga sudah meninggalkan eMMC dan beralih ke storage UFS 2.2. Pilihan RAM tersedia dalam kapasitas 4GB dan 6GB, sedangkan memori internalnya hadir dalam opsi 64GB hingga 128GB.
Dengan konfigurasi tersebut, tablet ini lebih cocok untuk dokumen, browsing, media sosial, sekolah daring, dan game kasual. Untuk game berat dengan grafis 3D intensif, perangkat ini tidak dirancang sebagai andalan utama.
Fitur lengkap, tetapi ada satu kekurangan penting
Poco Pad C1 langsung menjalankan Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3. Perangkat ini juga membawa stereo speaker ganda, audio jack 3.5mm, slot MicroSD hingga 2 TB, serta baterai 7.600 mAh dengan pengisian 18W melalui USB-C.
Di sisi kamera, tablet ini mengandalkan sensor belakang 8 MP f/2.0 dan kamera depan 5 MP f/2.2. Keduanya sama-sama mentok merekam video 1080p 30 FPS.
Ada satu catatan yang perlu diperhatikan calon pembeli, yakni tidak adanya sensor gyroscope. Dalam penggunaan tertentu, kondisi itu bisa membuat akurasi GPS atau peta terasa kurang maksimal saat dipakai di kendaraan.
Peluang masuk Indonesia masih terbuka lebar
Menariknya, spesifikasi Poco Pad C1 disebut sangat mirip dengan Redmi Pad 2 9,7 inci yang juga baru meluncur. Hal ini membuat kehadirannya di Indonesia semakin layak dipantau, terutama jika Poco memilih strategi harga yang agresif.
Jika benar dipasarkan resmi, harga jual akan menjadi faktor penentu utama. Dengan TKDN yang sudah lolos, pasar kini tinggal menunggu apakah Poco akan menempatkan tablet ini sebagai penantang serius di segmen murah.







