Polisi Dalami Kematian Bocah 9 Tahun Di Jasinga, Dugaan Gigitan Anjing Pemburu Belum Pasti

Polisi masih menelusuri penyebab kematian seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun yang ditemukan di Desa Sipak, Jasinga, Bogor. Penemuan jasad anak berinisial MAS itu langsung memunculkan dugaan adanya serangan anjing pemburu babi, tetapi aparat belum berani memastikan hal tersebut.

Kapolsek Jasinga, Iptu Agus Hidayat, membenarkan adanya penemuan jenazah korban. Ia menegaskan penyelidikan masih berjalan dan kepastian soal penyebab kematian belum bisa ditarik dari dugaan awal yang beredar di masyarakat.

Luka di kepala jadi perhatian penyidik

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi melihat luka pada bagian kepala korban berbentuk tidak beraturan. Temuan itu membuat aparat belum mengarah pada kesimpulan bahwa korban menjadi sasaran senjata tajam.

Saat petugas tiba di tempat kejadian, anjing yang disebut-sebut terkait dengan peristiwa itu sudah tidak berada di lokasi. Kondisi tersebut membuat penyidik perlu mengandalkan keterangan saksi dan pemeriksaan lapangan untuk menyusun peristiwa secara utuh.

Dugaan warga memang lebih dulu mengarah pada gigitan anjing pemburu. Namun, polisi menempatkan informasi itu sebagai salah satu kemungkinan yang masih perlu diuji, bukan sebagai kepastian.

Korban sempat disebut memancing

Informasi awal yang dihimpun dari keluarga dan warga sekitar menyebut korban berada di area itu untuk memancing. Jasadnya kemudian ditemukan warga yang melintas sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat ditemukan, korban tergeletak di rerumputan dalam posisi tertelungkup. Kondisi tersebut sempat terekam dalam video yang kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian publik.

Bagi warga sekitar, peristiwa ini menjadi sorotan karena lokasi kejadian berada di area terbuka yang cukup dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat. Kehadiran hewan pemburu yang tidak terpantau ikut memperkuat kekhawatiran warga, meski aparat belum mengaitkannya sebagai penyebab pasti.

Evakuasi dilakukan bersama aparat

Setelah jasad korban ditemukan, proses evakuasi dilakukan oleh petugas kepolisian dan TNI menggunakan mobil patroli. Rekaman lain memperlihatkan aparat membawa jenazah dari lokasi kejadian untuk penanganan lebih lanjut.

Polsek Jasinga juga telah berkoordinasi dengan Kasat PPA/PPO dan Kasat Reskrim, lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Kapolres. Langkah itu ditempuh agar penanganan kasus bisa berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

Sampai saat ini, penyidik masih memeriksa saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi. Keterangan mereka menjadi kunci untuk memastikan apakah dugaan serangan hewan benar-benar berkaitan dengan kematian korban atau ada faktor lain yang belum terungkap.

Source: tandaseru.id

Berita Terkait