Polytron Fox 350 Masih Kuat 100,5 Kilometer Di Mode D Dengan Bobot Pengendara 100 Kg

Author: Redaksi Android62

Polytron Fox 350 kembali menunjukkan bahwa jarak tempuh lebih dari 100 kilometer bukan sekadar angka di brosur. Dalam pengujian harian yang mendekati pemakaian nyata, motor listrik ini masih sanggup menempuh 100,5 kilometer meski dipakai di mode D, membawa pengendara berbobot sekitar 100 kilogram, dan melaju dalam lalu lintas yang tidak selalu lengang.

Yang membuat hasil itu semakin menarik, pengujian dilakukan dengan gaya berkendara normal dan kecepatan dijaga di kisaran 40–60 km/jam. Ada pula kondisi menyalip kendaraan di tengah perjalanan, sehingga hasil akhirnya terasa lebih relevan untuk pemakaian sehari-hari daripada sekadar tes di situasi ideal.

Masih jalan saat baterai mulai menipis

Di titik 100,5 kilometer, baterai masih tersisa 9 persen. Layar juga masih menampilkan estimasi jarak sekitar 12 kilometer, sehingga secara teori motor ini masih punya ruang jelajah tambahan dalam kondisi yang lebih mendukung.

Saat indikator baterai turun ke 10 persen, lampu peringatan mulai berkedip. Meski begitu, motor masih bisa dipakai pada kecepatan 50–60 km/jam tanpa gejala penurunan performa yang mencolok, sehingga daya tahan di fase akhir tetap terasa stabil.

Pola pemakaian daya terlihat efisien

Efisiensi Fox 350 mulai terlihat dari perjalanan awal. Pada 40 kilometer pertama, sisa baterai masih berada di angka 63 persen, lalu perjalanan berlanjut sampai 70 kilometer dengan baterai tersisa 37 persen.

Di fase ini, kecepatan tetap dijaga sekitar 60 km/jam dan penurunan daya terasa cukup lambat. Bahkan ada momen ketika indikator turun dari 40 persen ke 39 persen secara sangat pelan, yang menunjukkan konsumsi energi lebih stabil saat motor dipakai dengan ritme konstan.

Pola berkendara ikut berpengaruh besar pada hasil akhir. Ketika gas tidak dimainkan secara agresif dan kecepatan dijaga stabil, daya tahan baterai terlihat lebih konsisten sepanjang perjalanan.

Awal pengujian sempat memberi kesan berbeda

Pada 10 kilometer pertama, baterai turun dari 100 persen ke 91 persen. Penurunan awal ini terlihat besar, tetapi penyebabnya bukan semata karena motor boros.

Kondisi itu berkaitan dengan proses pengisian daya sebelumnya yang belum optimal. Saat itu, pengisian belum mencapai indikator hijau di charger, sehingga baterai belum benar-benar penuh meski di layar motor sudah terlihat 100 persen.

Hasil yang lebih stabil justru muncul ketika pengisian dilakukan sampai tuntas. Saat charger sudah menunjukkan indikator hijau, penurunan 1 persen baru terasa setelah motor menempuh hampir 5 kilometer, dan pada kondisi yang benar-benar optimal, 1 persen baterai bahkan disebut dapat dipakai hingga hampir 6 kilometer.

Mode S ikut terkunci saat sisa daya menipis

Pembatasan penggunaan mulai terasa ketika jarak tempuh mencapai 85,8 kilometer dan sisa baterai berada di angka 22 persen. Pada fase ini, mode S tidak lagi bisa diaktifkan dan motor otomatis terkunci di mode D.

Layar instrumen juga berubah dengan menampilkan estimasi jarak sisa. Saat itu, angka yang muncul berada di kisaran 30 kilometer, sehingga pengendara punya gambaran yang lebih praktis untuk mengatur perjalanan berikutnya.

Informasi seperti ini membantu pengguna harian membaca sisa daya dengan lebih mudah. Bukan hanya persentase baterai yang terlihat, tetapi juga perkiraan jarak yang masih bisa ditempuh sebelum perlu mengisi ulang.

Nyaman dipakai harian, meski ada catatan kecil

Selain soal efisiensi, pengujian juga menyoroti kenyamanan berkendara. Posisi berkendara dinilai nyaman untuk pemakaian harian, meski jok disebut terasa kurang tebal bagi pengendara berbobot sekitar 100 kilogram.

Catatan itu membuat hasil pengujian lebih utuh, karena penilaian tidak berhenti pada angka jarak tempuh saja. Dalam skenario penggunaan dalam kota yang padat dan cukup panjang, Fox 350 tetap memperlihatkan daya tahan baterai yang kuat dan performa yang stabil hingga melewati 100 kilometer.

Berita Terbaru