Polytron Luxia Series langsung menarik perhatian karena membuka pasar laptop tipis dengan rentang harga yang tidak terlalu jauh dari kelas menengah bawah. Lini ini dimulai dari Rp 5.499.000 dan disiapkan dalam tiga model berbeda untuk menjangkau kebutuhan yang tidak sama.
Pilihan tersebut membuat Polytron tidak hanya membawa nama baru ke pasar laptop, tetapi juga menawarkan pembagian kelas yang cukup tegas. Dari Luxia i3 hingga Luxia Pro Ultra 5, tiap model dibekali karakter yang berbeda untuk pelajar, pengguna produktif, hingga kebutuhan yang lebih profesional.
Tiga model dengan target pengguna berbeda
Luxia i3 diposisikan sebagai model paling terjangkau untuk pelajar, mahasiswa, dan pengguna kasual. Di atasnya ada Luxia Pro i5 yang ditujukan bagi pengguna yang memerlukan perangkat lebih bertenaga untuk kerja produktif.
Sementara itu, Luxia Pro Ultra 5 menjadi varian tertinggi dalam keluarga ini. Model tersebut diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi sekaligus perangkat yang tetap ringkas untuk dibawa ke mana-mana.
Desain ringkas dan bobot ringan jadi daya tarik utama
Seluruh model Luxia Series sama-sama memakai layar 14 inci dengan panel IPS. Pada Luxia i3, layar itu juga menggunakan rasio 16:10, yang memberi area kerja lebih lega dibanding rasio standar.
Di sisi bodi, Polytron menonjolkan pendekatan portabel. Luxia i3 hadir dengan material metal dan engsel yang bisa dibuka hingga 180 derajat, sedangkan Luxia Pro Ultra 5 memakai material magnesium yang dikenal kokoh namun tetap ringan.
Luxia Pro i5 bahkan disebut memiliki bobot kurang dari 1 kilogram. Ini menjadi nilai jual tersendiri bagi pengguna yang sering berpindah lokasi, membawa laptop ke kampus, atau bekerja secara mobile sepanjang hari.
Luxia Pro Ultra 5 paling lengkap di antara tiga model
Varian tertinggi Luxia Pro Ultra 5 dibekali prosesor Intel Core Ultra 5, RAM 16GB, SSD 512GB, serta grafis ganda Intel Iris Xe dan Intel Arc Graphics. Untuk performa berkelanjutan, model ini juga memakai sistem pendingin dual-fan dengan TDP 28W.
Pengecasannya mendukung USB-C 65W, sementara bodinya memakai material magnesium. Kombinasi itu membuat Luxia Pro Ultra 5 tampil sebagai opsi paling premium di lini Luxia Series.
Detail spesifikasi tiap model
Luxia i3 menggunakan prosesor Intel Core i3-1215U, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe Gen 3. RAM pada model ini masih bisa ditingkatkan hingga 32GB, sedangkan penyimpanan dapat diperluas sampai 2TB.
Luxia i3 juga membawa baterai 55Wh dan dilengkapi USB-C full function, Wi-Fi 5.0, Bluetooth 5.0, serta tombol Copilot Key yang terintegrasi dengan Windows. Model ini menjadi opsi paling dasar, tetapi masih menyisakan ruang upgrade yang cukup luas.
Luxia Pro i5 mengandalkan Intel Core i5-1235U, RAM 16GB, serta penyimpanan NVMe 256GB atau 512GB. Penyimpanan pada model ini masih bisa ditingkatkan, namun RAM-nya menggunakan tipe soldered sehingga tidak mendukung upgrade.
Polytron juga menyematkan baterai 55Wh, dukungan power delivery 65W, E-Shutter Camera Switch, dan one-hand opening pada Luxia Pro i5. Fitur-fitur itu memberi sentuhan praktis untuk penggunaan harian dan menjaga privasi kamera.
Harga dan garansi yang ikut menguatkan posisi produk
Selain spesifikasi, harga menjadi bagian yang paling mudah mencuri perhatian. Polytron membanderol Luxia i3 seharga Rp 5.499.000, Luxia Pro i5 Rp 7.599.000, dan Luxia Pro Ultra 5 Rp 10.999.000.
Seluruh lini Luxia Series juga disertai garansi dan ADP selama dua tahun. Dengan komposisi ini, Polytron menempatkan Luxia Series sebagai keluarga laptop yang mencoba menjangkau beberapa lapisan pengguna sekaligus tanpa meninggalkan ciri portabelnya.







