Kapasitas terbesar di daftar ini datang dari Poco X8 Pro Max yang memakai baterai silikon-karbon 8.500 mAh. Dengan bekal itu, ponsel ini diklaim sanggup dipakai hingga dua hari dalam sekali pengisian dan bahkan punya reverse charging 27 watt untuk berbagi daya ke perangkat lain.
Di bawahnya, pasar Indonesia kini mulai dipenuhi ponsel lain yang juga mengusung baterai 7.000 mAh. Kombinasi kapasitas jumbo dan pengisian cepat membuat perangkat-perangkat ini tidak hanya tahan lama, tetapi juga lebih fleksibel saat digunakan seharian.
Ponsel berdaya besar makin relevan untuk aktivitas padat
Produsen tampaknya makin serius mengejar pengguna yang aktif dari pagi sampai malam. Streaming, bermain game, navigasi, telepon, hingga kebutuhan kerja jadi alasan utama mengapa baterai jumbo kembali diprioritaskan.
Di saat banyak ponsel masih berada di kisaran 5.000 mAh sampai 6.000-an mAh, hadirnya model 7.000 mAh memberi jarak yang cukup terasa. Sejumlah perangkat juga dibekali reverse charging, sehingga fungsinya mendekati powerbank saat dibutuhkan.
Oppo A6t Pro 5G unggul di ketahanan dan pengisian cepat
Salah satu model yang paling menonjol adalah Oppo A6t Pro 5G. Ponsel ini debut di Indonesia pada akhir Februari 2026 dengan baterai 7.000 mAh dan dukungan wired reverse charging.
Oppo mengklaim perangkat ini mampu menonton YouTube hingga 18,9 jam, bermain Mobile Legends: Bang Bang hingga 12 jam, serta dipakai menelepon via WhatsApp hingga 21,7 jam. Untuk isi ulang, Oppo membekalinya dengan 80W SUPERVOOC yang diklaim dapat mengisi dari 1 persen ke 24 persen dalam 10 menit dan penuh dalam sekitar 64 menit.
Perusahaan juga menyebut ketahanan baterainya tetap optimal hingga lima tahun. Setelah 1.800 siklus pengisian, kapasitasnya diklaim masih di atas 80 persen dari kapasitas awal, sementara harga jualnya Rp 4,7 juta.
Vivo Y31d Pro menyasar mobilitas tinggi
Vivo Y31d Pro juga membawa baterai 7.000 mAh sebagai nilai jual utama. Ponsel yang debut di Indonesia pada 13 April ini disebut cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi, termasuk pengemudi ojek online.
Vivo mengklaim Y31d Pro mampu bertahan hingga 14 hari dalam mode standby, memutar musik sampai 72 jam, dan menonton video selama 44 jam. Saat daya tinggal 10 persen, ponsel ini masih bisa dipakai bernavigasi hingga 3 jam, sementara pada sisa 1 persen masih dapat digunakan bertelepon sampai 40 menit.
Untuk pengisian ulang, perangkat ini memakai fast charging 90 watt. Vivo menyebut baterainya dapat terisi dari 1 persen ke 100 persen dalam 58 menit, dengan harga mulai Rp 4,3 juta.
Realme hadir dengan tiga model sekaligus
Realme memilih langkah berbeda dengan merilis tiga model sekaligus, yaitu Realme 16 reguler, Realme 16 Pro, dan Realme 16 Pro Plus. Ketiganya sama-sama memakai baterai 7.000 mAh, tetapi dukungan pengisian cepatnya tidak dibuat seragam.
Duo Realme 16 Pro mendukung fast charging 80 watt, sedangkan Realme 16 reguler membawa 60 watt. Realme mengklaim kapasitas itu cukup untuk memutar video streaming lebih dari 20 jam atau bermain game lebih dari 10 jam, dan ketiga model ini juga mendukung reverse charging.
Lini Realme 16 rilis di Indonesia pada Maret 2026 dengan harga mulai Rp 5 jutaan. Kehadiran tiga varian ini membuat segmen baterai jumbo di kelas menengah terlihat semakin padat.
Motorola melengkapi daftar dengan daya tahan panjang
Motorola Edge 70 Fusion ikut masuk daftar ponsel baterai 7.000 mAh yang tersedia di Indonesia. Menariknya, kapasitas tersebut lebih besar dibanding versi global yang hanya membawa 5.200 mAh.
Motorola mengklaim daya ini cukup untuk pemakaian normal sekitar 50 jam dalam sekali isi daya. Saat baterai menipis, fast charging 68 watt disebut bisa memberi tenaga dalam sekitar 10 menit untuk pemakaian ponsel hingga sekitar 12 jam, dengan harga Rp 6,5 juta.
Persaingan baterai jumbo makin ramai
Keberadaan lima model ini menunjukkan bahwa baterai besar bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Pengisian cepat, reverse charging, dan klaim daya tahan panjang kini ikut menjadi nilai jual utama di kelas menengah Indonesia.
Poco X8 Pro Max memang masih paling besar dengan 8.500 mAh, tetapi Oppo, Vivo, Realme, dan Motorola sama-sama memperlihatkan arah yang sama. Ponsel kini tidak hanya dituntut awet, tetapi juga siap membantu perangkat lain saat sumber daya darurat dibutuhkan.
Source: tekno.kompas.com






