Ponsel satelit baru dari BSNL dirancang untuk tetap bisa dipakai menelepon ketika jaringan seluler sama sekali tidak tersedia. Perangkat ini terhubung langsung ke satelit, bukan ke menara 4G atau 5G, sehingga komunikasi suara masih dapat berjalan di wilayah terpencil, area off-grid, dan lokasi dengan infrastruktur telekomunikasi yang minim.
Keberadaan perangkat seperti ini menegaskan bahwa kebutuhan komunikasi di lapangan tidak selalu bisa ditangani oleh smartphone biasa. Dalam situasi ekstrem, alat yang mampu bekerja tanpa sinyal seluler justru menjadi kebutuhan utama untuk menjaga koneksi tetap aktif.
Harga premium untuk kebutuhan khusus
BSNL membanderol ponsel satelit ini sebesar Rs 1,34,166 atau sekitar $1.400 termasuk pajak. Dengan posisi harga tersebut, perangkat ini jelas menyasar pengguna yang membutuhkan komunikasi penting di kondisi berat, bukan pasar pengguna harian.
Perusahaan milik negara India itu mengembangkan layanan ini bersama Inmarsat, penyedia komunikasi satelit global. Kolaborasi tersebut membuat perangkat bisa tetap terhubung di medan berat dan di wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat.
| Informasi | Detail |
|---|---|
| Harga | Rs 1,34,166 (~$1.400) |
| Konektivitas | Langsung ke satelit, bukan menara seluler |
| Partner layanan | Inmarsat |
| Fitur keselamatan | Tombol SOS darurat |
Disiapkan untuk medan ekstrem dan situasi darurat
Selain kemampuan dasar untuk menelepon, perangkat ini dibekali desain tangguh yang cocok untuk aktivitas luar ruang dan penggunaan berat. BSNL juga menyebut ponsel tersebut memiliki baterai tahan lama agar tetap bisa digunakan lebih lama ketika akses pengisian daya terbatas.
Fitur tombol SOS darurat menjadi salah satu nilai penting dari perangkat ini. Bekal tersebut membuatnya relevan untuk bencana alam, misi penyelamatan, dan situasi lain yang menuntut komunikasi cepat serta andal.
BSNL menargetkan ponsel satelit ini bagi sektor-sektor yang sering bekerja jauh dari jaringan normal, seperti pertahanan, respons bencana, layanan maritim, pertambangan, operasi industri, tim riset, peziarah yang melewati jalur terpencil, dan penggemar petualangan. Dalam skenario seperti itu, komunikasi satelit bisa menjadi satu-satunya jalur yang masih bertahan saat infrastruktur seluler tidak ada.
Ada izin khusus sebelum bisa digunakan
Meski menawarkan fungsi yang sangat spesifik, penggunaan ponsel satelit di India tidak bisa dilakukan sembarangan. Pembelian dan pemakaiannya memerlukan otorisasi terlebih dahulu dari Department of Telecommunications, dan penggunaan tanpa izin dapat berujung pada tindakan hukum sesuai aturan yang berlaku.
Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut, BSNL meminta calon pengguna menghubungi pihaknya atau datang langsung ke kantor BSNL terdekat. Di sisi lain, perusahaan juga terus memperluas jaringan nasionalnya lewat peluncuran hampir 99.000 situs 4G.
Langkah BSNL ini menunjukkan arah yang berbeda dari smartphone pada umumnya. Saat jaringan hilang total, ponsel satelit justru hadir sebagai alat komunikasi yang dirancang untuk tetap bekerja di tempat paling sulit dijangkau.
