Porsi Kecil Dan Olahan Ringan, Cara Aman Menikmati Daging Kurban Tanpa Beban Asam Urat Dan Kolesterol

Author: Redaksi Android62

Porsi kecil menjadi cara paling aman agar daging kurban tetap enak disantap tanpa membuat asam urat dan kolesterol lebih mudah naik. Untuk orang dewasa sehat, daging matang dianjurkan sekitar 50 hingga 100 gram per hari, lalu disandingkan dengan sayuran tinggi serat, buah segar, dan air putih yang cukup.

Pengaturan porsi ini penting karena masalah kesehatan biasanya muncul saat konsumsi daging dilakukan berlebihan. Daging sapi maupun kambing sebenarnya masih mengandung protein hewani, lemak, dan purin yang tetap bermanfaat jika dimakan secukupnya.

Yang perlu lebih dulu diwaspadai adalah bagian yang kadar purinnya tinggi. Ayu Diawi Ismayawati, dosen Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang, menegaskan bahwa hati, paru, limpa, usus, hingga otak sebaiknya dibatasi karena kandungannya jauh lebih tinggi dibandingkan daging biasa.

Jika asupan tidak dikendalikan, kadar LDL atau kolesterol jahat dapat meningkat. Pada saat yang sama, kristal asam urat juga bisa menumpuk dan memicu nyeri pada persendian.

Cara olah menentukan beban lemak

Selain memilih bagian daging, cara memasak juga sangat berpengaruh. Langkah sederhana seperti membuang lemak putih pada daging segar sebelum dimasak dapat membantu mengurangi bagian lemak yang tidak diperlukan sejak awal.

Perebusan awal juga disarankan sebelum daging diolah lebih lanjut. Kuah rebusan pertama sebaiknya dibuang karena dapat membantu menurunkan kadar purin, sehingga olahan seperti sup bening menjadi pilihan yang lebih ringan untuk lambung.

Untuk hidangan seperti gulai atau tongseng, santan tidak sebaiknya dibuat terlalu pekat. Lemak yang mengambang di permukaan masakan juga bisa diambil dengan sendok atau dibantu es batu setelah masakan agak dingin.

Metode tumis air bisa menjadi alternatif yang lebih ringan dibandingkan menumis dengan banyak minyak. Cara ini tetap memberi rasa, tetapi tidak menambah beban lemak berlebih pada makanan.

Penyimpanan ikut berperan

Setelah daging dibagi-bagi, cara menyimpannya juga perlu diperhatikan. Daging sebaiknya langsung dipisahkan ke dalam kantong kecil sesuai takaran sekali masak sebelum dimasukkan ke freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius.

Saat akan digunakan, pencairan ideal dilakukan di chiller, bukan di suhu ruang. Siklus pencairan dan pembekuan ulang tidak disarankan karena bisa mempercepat penurunan mutu dan meningkatkan risiko pertumbuhan mikroba.

Kebiasaan yang sering keliru di rumah tangga adalah mencairkan daging beku, memotong sebagian, lalu memasukkannya lagi ke freezer. Setiap kemasan juga sebaiknya diberi label tanggal penyimpanan agar kualitasnya lebih mudah dipantau.

Daging kurban tetap bisa dinikmati

Selama porsi dijaga, bagian yang dipilih tepat, dan olahannya tidak terlalu berat, daging kurban tetap bisa masuk menu harian tanpa kekhawatiran berlebihan. Risiko justru meningkat ketika sajian didominasi jeroan, santan kental, minyak berlebih, dan porsi yang terlalu besar.

Karena itu, pendekatannya bukan menghindari daging sama sekali. Yang lebih penting adalah mengelola cara mengolah, menyimpan, dan menyajikannya agar manfaat daging kurban tetap terjaga tanpa membuat asam urat dan kolesterol lebih mudah naik.

Source: lifestyle.bisnis.com
Berita Terbaru