Port USB Monitor Bisa Menipu, Bandwidth dan Daya Sering Jadi Batas yang Terlupakan

Author: Redaksi Android62

Port USB pada monitor memang praktis, tetapi fungsinya sering disalahpahami. Pada banyak kasus, fitur itu hanya memindahkan lokasi port agar perangkat lebih mudah dijangkau, bukan menggantikan hub berkecepatan tinggi atau stasiun daya penuh.

Masalah utamanya ada pada cara kerja jalurnya. Semua port USB di monitor umumnya berbagi bandwidth melalui satu kabel upstream ke PC, sehingga kecepatan total tetap dibatasi oleh port komputer, kabel, dan port monitor itu sendiri.

Akibatnya, dua perangkat USB 3.0 yang dicolok bersamaan tidak bisa sama-sama menikmati kecepatan maksimum. Pada monitor LG 27GR83Q-B, dua port USB 3.0 Type-A di bagian belakang berbagi satu kabel USB 3.0 upstream, sehingga kapasitasnya tetap terbagi saat digunakan bersamaan.

Kecepatan bukan satu-satunya batas

Untuk perangkat yang membutuhkan transfer data cepat, sambungan langsung ke PC tetap menjadi pilihan paling aman. Pola pembagian bandwidth ini juga berlaku pada banyak USB hub lain, termasuk Thunderbolt, meski bentuk penggunaannya berbeda.

Di sisi daya, port USB monitor juga bukan dirancang sebagai sumber utama untuk perangkat yang haus listrik. USB 3.2, 3.1, dan 3.0 hanya mendukung daya maksimum 4,5W atau 900mA, sedangkan USB 2.0 hanya 2,5W atau 500mA.

Karena itu, perangkat yang membutuhkan daya lebih besar bisa menjadi tidak stabil saat dipasang ke monitor. Sebuah humidifier yang membutuhkan 5W/1A sempat gagal menyala setengah waktu, lalu baru berjalan setelah LED bawaannya dimatikan agar konsumsi dayanya turun.

Pada monitor tanpa port USB bertenaga, daya juga terbagi antarput. Artinya, menyalakan light bar lalu menambah perangkat lain seperti humidifier bisa membuat suplai daya tidak lagi memadai.

Powered hub memberi ruang lebih besar

Berbeda dari itu, powered USB hub memakai sumber daya terpisah. Hub seperti TP-Link UH720 dapat dipakai untuk mengisi daya dan menyalakan berbagai perangkat meja, termasuk lampu, monitor light, USB fan, humidifier, dan penghangat mug.

Tidak semua monitor menawarkan kemampuan yang sama pada port USB-nya. Beberapa model kelas atas, seperti Dell UltraSharp U2723QE, mendukung power delivery 90W sehingga laptop bisa menerima sinyal sekaligus pengisian daya lewat satu kabel.

Ada juga USB-C upstream yang memberi daya 15W atau 3A, meski biasanya hadir pada monitor yang lebih mahal. Sementara itu, dukungan USB-C dengan 240W Power Delivery belum ditemukan pada monitor yang diketahui sejauh ini.

Standar atau Perangkat Daya Maksimum Keterangan
USB 3.2 / 3.1 / 3.0 4,5W atau 900mA Berbagi daya melalui monitor
USB 2.0 2,5W atau 500mA Lebih terbatas untuk perangkat tertentu
USB Battery Charging 7,5W atau 1,5A Tersedia pada monitor tertentu
Dell UltraSharp U2723QE 90W Mendukung pengisian laptop lewat satu kabel

Risiko saat monitor dimatikan

Gangguan lain yang sering luput dari perhatian adalah perubahan perilaku port saat layar masuk mode standby. Pada Philips 346E2CUAE, port USB dapat ikut mati ketika monitor tidur, sementara beberapa monitor OLED seperti Alienware AW3423DW juga bisa memutus port setelah pixel refresh.

Masalah serupa dapat muncul dalam bentuk putus sinyal acak, terutama ketika monitor dimatikan. Kondisi ini mungkin tidak terlalu berpengaruh untuk lampu monitor, tetapi berisiko saat transfer file karena data dapat rusak atau hilang.

Sebagian monitor juga memerlukan driver atau software bawaan agar fungsi USB berjalan sepenuhnya. Meski begitu, banyak hub monitor modern sudah mendukung penggunaan plug-and-play.

Bagi pengguna yang menginginkan setup yang lebih andal, dock Thunderbolt atau powered USB hub tetap menjadi pilihan yang lebih aman. Keduanya tidak dibatasi oleh cara kerja port monitor yang umumnya lebih terbatas dalam daya dan bandwidth.

Berita Terbaru