Bagi calon pembeli motor listrik, kabar soal subsidi Rp 5 juta pada 2026 membuat beberapa model langsung terlihat lebih menarik. Potongan itu diperkirakan akan paling terasa pada motor yang memang sudah berada di rentang harga terjangkau dan memenuhi syarat program.
Pemerintah sendiri masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan sebagai dasar aturan. Hingga akhir April 2026, skema resminya belum berjalan penuh, tetapi daftar motor yang sudah siap secara syarat administratif dan teknis menjadi acuan awal yang paling relevan.
Motor yang paling siap masuk daftar
Dari sejumlah model yang disebut memenuhi syarat, Selis E-Max tampak paling kuat posisinya karena memiliki TKDN 53,69 persen. Motor dari PT Juara Bike ini juga tercatat sebagai motor listrik pertama yang dibeli dengan subsidi pemerintah pada Mei 2023.
Selis E-Max hadir dalam empat varian, mulai dari SLA hingga Long Range. Jika potongan Rp 5 juta diterapkan, varian SLA yang biasanya dijual Rp 15.500.000 berpotensi turun menjadi sekitar Rp 10.500.000, sedangkan varian Lithium Single bisa berada di kisaran Rp 17.000.000 dari harga normal Rp 22.000.000.
Gesits G1 juga masuk barisan depan karena memenuhi syarat TKDN. Motor hasil kolaborasi ITS dan PT Gesits Technologies Indo ini membawa daya 5.000 Watt dan jarak tempuh hingga 100 km.
Dengan harga normal di kisaran Rp 28–30 juta, Gesits G1 menjadi salah satu model yang potongan subsidinya tetap terasa besar. Setelah dipotong Rp 5 juta, banderolnya berpotensi turun ke sekitar Rp 23–25 juta.
Pilihan lain di kelas harga lebih rendah
Viar Q1 menyasar pembeli yang mencari motor listrik entry-level. Model ini memakai daya 1.200 Watt dan punya jarak tempuh sekitar 60–70 km.
Harga normal Viar Q1 berada di kisaran Rp 17–19 juta. Jika subsidi Rp 5 juta berlaku, harganya dapat turun ke sekitar Rp 12–14 juta.
Volta 401 menawarkan format yang ringkas untuk area padat. Motor 1.200 Watt ini disebut memiliki jarak tempuh hingga 60 km, dengan harga normal Rp 16–18 juta.
Setelah potongan subsidi, Volta 401 diperkirakan berada di kisaran Rp 11–13 juta. Angka itu membuatnya sejajar dengan model-model lain yang sama-sama menargetkan pengguna harian di perkotaan.
Opsi yang lebih sporty dan bertenaga
United T1800 hadir dengan pendekatan yang lebih sporty untuk mobilitas perkotaan. Motor 1.500 Watt ini memiliki jarak tempuh hingga 80 km.
Di pasar, harga normalnya berada di kisaran Rp 22–25 juta. Bila subsidi Rp 5 juta diterapkan, harga jualnya diperkirakan turun ke sekitar Rp 17–20 juta.
Kelima model itu menjadi sorotan karena kombinasi harga, spesifikasi, dan kesiapan memenuhi aturan program. Selama harga jual masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan dan data pembeli memenuhi syarat, peluang masuk subsidi tetap terbuka.
Syarat yang menentukan motor bisa ikut program
Tidak semua motor listrik otomatis bisa mendapat potongan. Pemerintah mensyaratkan TKDN minimal 40 persen, produk harus terdaftar di Kemenperin, dan harga jualnya wajib berada di bawah batas yang ditetapkan.
Pembelian juga memakai NIK atau KTP, dengan satu NIK hanya berlaku untuk satu unit motor bersubsidi. Program ini hanya berlaku untuk pembelian baru, bukan motor bekas atau skema over-kredit.
Hal yang perlu disiapkan sejak sekarang
Informasi yang beredar menyebut pemerintah menargetkan PMK terbit dalam waktu dekat setelah koordinasi lintas kementerian. Namun hingga 1 Mei 2026, tanggal efektif subsidi belum diumumkan secara resmi.
Karena itu, calon pembeli disarankan menyiapkan KTP dan NIK sejak awal. Memilih dealer resmi yang bermitra dalam program dan memantau pengumuman di situs Kemenperin juga menjadi langkah yang penting.
Pengalaman pada 2023 menunjukkan kuota bisa habis dalam hitungan bulan. Jika skema kembali dibuka dengan pola yang sama, kesiapan data dan pilihan model akan sangat menentukan saat potongan Rp 5 juta mulai diterapkan langsung di harga jual.
