Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia mengembangkan B50 belum cukup membuatnya puas. Di tengah apresiasi atas capaian energi nasional, ia justru menyoroti satu hal yang menurutnya masih mengganjal, yakni kegagalan Indonesia menembus Piala Dunia.
Dalam peluncuran program B50 “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Karawang, Jawa Barat, Prabowo menyampaikan keresahannya secara terbuka. Ia menyebut kemampuan Indonesia di sektor energi sudah menunjukkan kemajuan, tetapi prestasi sepak bola nasional masih belum sebanding dengan ambisi bangsa.
“Yang masih sulit buat Indonesia ialah masuk Piala Dunia, nah itu saya masih resah. Jadi, saya resah, terus terang saja saya resah,” kata Prabowo. Ia juga menambahkan, “Indonesia bisa B50, tetapi tidak bisa masuk Piala Dunia, saya masih tidak puas. Bagaimana caranya masuk Piala Dunia?”
Pernyataan itu menempatkan sepak bola dalam posisi yang lebih besar dari sekadar olahraga. Menurut Prabowo, sepak bola menyangkut kebanggaan dan kehormatan bangsa, sehingga capaian Tim Nasional Indonesia memiliki makna yang jauh melampaui hasil pertandingan biasa.
Ia bahkan sempat mencari Erick Thohir, yang juga menjabat Ketua Umum PSSI, dan menyebut nama Boy Thohir untuk menyampaikan pesan tersebut. Gestur itu memperlihatkan bahwa harapan terhadap kemajuan sepak bola nasional turut diarahkan kepada para pengelola dan pemangku kepentingan di baliknya.
Modal yang sudah terbentuk
Sepak bola tetap menjadi olahraga paling populer di Indonesia dengan basis suporter yang sangat besar. Antusiasme publik terlihat dari ramainya stadion, dukungan kuat untuk Timnas Indonesia, serta tingginya interaksi di ruang digital setiap kali skuad Garuda bertanding.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga mencatat perkembangan yang dinilai positif di level tim nasional. Pembenahan kompetisi nasional, pengembangan pemain usia muda, peningkatan kualitas infrastruktur, program naturalisasi pemain keturunan, dan penguatan tata kelola menjadi bagian dari upaya menuju target besar itu.
| Aspek | Fakta yang disebutkan |
|---|---|
| Peluncuran program | B50 “Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional” di Karawang, Jawa Barat |
| Fokus kegelisahan Prabowo | Indonesia belum lolos ke putaran final Piala Dunia FIFA |
| Langkah pembenahan sepak bola | Kompetisi nasional, pemain muda, infrastruktur, naturalisasi, dan tata kelola |
| Capaian terbaru Timnas | 16 besar Piala Asia AFC dan semifinal Piala Asia U-23 2024 |
Timnas Indonesia sendiri telah mencatat sejumlah hasil penting yang menjadi modal untuk menjaga optimisme. Di antaranya adalah lolos ke babak 16 besar Piala Asia AFC untuk pertama kalinya dan mencapai semifinal Piala Asia U-23 2024 yang membuka peluang tampil di Olimpiade.
Capaian tersebut dianggap penting untuk menjaga harapan menuju Piala Dunia pada masa mendatang. Di tengah keberhasilan energi nasional, pernyataan Prabowo menunjukkan bahwa target besar Indonesia masih mencakup pembuktian di lapangan hijau, bukan hanya di sektor ketahanan energi.
Perhatian itu juga menegaskan bahwa pemerintah memandang sepak bola sebagai bagian dari martabat bangsa. Pesan tersebut disampaikan Prabowo sebagaimana dikutip Medcom.id dalam agenda peluncuran program energi nasional di Karawang.
Source: www.medcom.id






