Prabowo Tegaskan Dua Negara Untuk Palestina, Soroti Stabilitas Timur Tengah Di Hadapan Macron

Di hadapan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi Indonesia yang tidak berubah soal Palestina. Ia menekankan bahwa perdamaian di Timur Tengah tidak akan tercapai tanpa solusi dua negara dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Pernyataan itu menempatkan isu Palestina sebagai salah satu titik penting dalam pertemuan tingkat tinggi Indonesia dan Prancis. Bagi Prabowo, kemerdekaan Palestina bukan perkara yang bisa ditawar, melainkan bagian dari syarat utama terciptanya perdamaian yang nyata di kawasan tersebut.

Prabowo juga mengaitkan konflik Timur Tengah dengan dampaknya yang lebih luas. Menurut dia, stabilitas kawasan itu berpengaruh langsung pada energi dunia dan kelancaran rantai pasok global.

Ia menyampaikan pandangan itu dengan menyebut bahwa dirinya sependapat dengan Macron mengenai pentingnya menjaga stabilitas Timur Tengah. Dari sudut pandang Indonesia, konflik di sana tidak hanya menyangkut politik kawasan, tetapi juga menyentuh kepentingan ekonomi dan keamanan internasional.

“Stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global,” ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa perdamaian di kawasan tersebut adalah kepentingan bersama.

Di tengah pembahasan itu, Prabowo juga memberi apresiasi kepada Prancis. Ia menilai Paris aktif menyuarakan hak-hak rakyat Palestina dan mendorong negara-negara Barat mendukung solusi dua negara.

Prabowo menyebut Prancis sebagai salah satu pelopor di Eropa yang mengajak lebih banyak negara mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap itu, menurut dia, penting untuk memperkuat dorongan internasional agar konflik tidak terus berlarut tanpa keadilan bagi rakyat Palestina.

“Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina,” kata Prabowo. Penegasan itu kembali menunjukkan bahwa dukungan Indonesia terhadap Palestina tetap konsisten di setiap forum penting.

Posisi tersebut juga memperlihatkan bagaimana Jakarta menempatkan isu Palestina dalam diplomasi luar negeri. Bagi Indonesia, isu ini bukan sekadar pernyataan solidaritas, tetapi bagian dari agenda yang terus dibawa dalam pembicaraan tingkat tinggi.

Selain soal Timur Tengah, Prabowo dan Macron juga membahas posisi Prancis serta Eropa dalam tata dunia yang makin multipolar. Prabowo mengatakan Indonesia ingin melihat Prancis dan Eropa semakin kuat dalam peta geopolitik global.

Menurut Prabowo, dunia multipolar diperlukan agar kekuatan global tidak terpusat pada satu atau dua pihak saja. Ia menilai keseimbangan seperti itu dapat membantu menciptakan perdamaian dan kerja sama internasional yang lebih stabil.

Indonesia memandang Prancis dan Eropa sebagai kekuatan penting dalam tatanan dunia saat ini. Karena itu, penguatan peran mereka dinilai sejalan dengan kebutuhan menjaga keseimbangan global.

Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari Macron dan pemerintah Prancis. Ia menyebut pembicaraan yang berlangsung diyakini membawa hasil positif bagi hubungan bilateral kedua negara.

Pertemuan di Paris itu memperlihatkan dua agenda yang berjalan beriringan. Di satu sisi, Indonesia tetap keras dalam membela Palestina, sementara di sisi lain hubungan dengan Prancis didorong agar semakin erat dalam suasana saling menghormati.

Source: www.suara.com

Berita Terkait