Panggung Lintas Generasi Prambanan Jazz 2026, NIKI hingga MLTR Siap Mengisi Candi

Author: Redaksi Android62

Prambanan Jazz Festival 2026 akan menghadirkan panggung lintas generasi di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, pada 3, 4, dan 5 Juli 2026. Edisi ke-12 festival musik tahunan ini mengusung tema Celebrate The Joy dengan komposisi penampil yang merangkul banyak selera musik.

Deretan nama internasional menjadi sorotan utama, mulai dari NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, hingga The Rose. Di sisi lain, panggung festival juga memberi ruang bagi musisi dari ranah jazz dan musik Indonesia seperti Joey Alexander, Rio Febrian, dan Salma Salsabil.

Komposisi lintas genre

Festival ini tidak hanya menonjolkan nama besar, tetapi juga menata program agar tetap inklusif untuk berbagai kalangan. Selain penampil utama, ada pula musisi lintas genre seperti Perunggu, The Panturas, White Chorus, dan Jogja Hip Hop Foundation.

Kelompok Penampil Nama Keterangan
Internasional NIKI, Henry Moodie, Michael Learns To Rock, Xdinary Heroes, The Rose Menjadi daya tarik utama lintas generasi
Jazz dan Indonesia Joey Alexander, Rio Febrian, Salma Salsabil Mewakili warna lokal dan jazz
Lintas genre Perunggu, The Panturas, White Chorus, Jogja Hip Hop Foundation Menjaga variasi pengalaman panggung

Ruang untuk musisi muda

Di luar panggung besar, Prambanan Jazz Festival tetap memberi perhatian pada regenerasi talenta melalui program “I’m Jazz a Kids”. Program ini membuka kesempatan bagi musisi muda untuk tampil dan berkolaborasi dengan para seniornya.

Kategori usia dalam program tersebut dibagi menjadi Senandung untuk usia 7–9 tahun, Irama untuk usia 10–12 tahun, dan Harmoni untuk usia 13–15 tahun. Skema ini menunjukkan bahwa festival tidak hanya berfokus pada konser, tetapi juga pada pembinaan ekosistem musik sejak dini.

Pengalaman seni, visual, dan keluarga

Aspek visual festival juga diperkaya lewat keterlibatan seniman kontemporer Eko Nugroho sebagai Commissioned Artist. Ia menyiapkan instalasi visual yang disusun untuk menyambut pengunjung sejak area masuk festival.

Pengunjung juga akan menjumpai pertunjukan multidimensi “Wayang Bocor” yang melibatkan Eko Nugroho, dalang Ki Catur Kuncoro, komposer Ari Wulu, koreografer Eko Supriyanto, dan maestro tari Didik Nini Thowok. Kolaborasi itu memperluas pengalaman festival melampaui format konser biasa.

Festival ini turut menegaskan diri sebagai all-aged festival dengan menghadirkan Kids Area by Tiny Tunes Ville. Area anak tersebut menyediakan berbagai kelas kreatif agar keluarga bisa menikmati pertunjukan dengan lebih nyaman di kawasan warisan dunia itu.

Agenda keberlanjutan di tengah festival

PJF 2026 juga membawa Sustainability Program melalui kerja sama dengan Get Plastic dan Lokalogi untuk menerapkan sistem Event Waste Management yang disebut inovatif. Salah satu wujudnya tampak pada Panggung Langgam yang dioperasikan menggunakan bahan bakar hasil olahan sampah plastik.

Dengan rangkaian itu, Prambanan Jazz Festival 2026 tidak hanya menawarkan konser besar di Candi Prambanan, tetapi juga perpaduan musik, seni, keberlanjutan, dan ruang keluarga. Format tersebut membuat festival ini disiapkan sebagai perayaan yang terasa hangat, luas, dan terbuka bagi banyak generasi.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru