Prates Tak Mau Jalur Memutar, Incar Sabuk Welter Jika Della Maddalena Tumbang

Carlos Prates memberi sinyal bahwa dirinya tidak ingin menunggu terlalu lama di kelas welter. Jika berhasil melewati Jack Della Maddalena, ia menilai langkah berikutnya yang pantas adalah langsung mengejar sabuk, bukan menerima laga tambahan.

Sikap itu membuat posisinya cukup tegas di tengah antrean kelas welter yang makin padat. Bagi petarung Brasil tersebut, dua kemenangan besar atas mantan juara sudah lebih dari cukup untuk membuka jalan ke pertarungan gelar.

Kepercayaan diri Prates tidak datang tanpa alasan. Pada penampilan terakhirnya di UFC 322 pada November lalu, ia mengalahkan Leon Edwards dengan kemenangan KO, hasil yang ikut menguatkan dorongannya untuk melangkah lebih cepat menuju puncak divisi.

Dengan modal itu, Prates melihat duel melawan Della Maddalena sebagai pintu masuk yang sangat penting. Ia menilai sangat sedikit petarung yang mampu menumbangkan dua eks juara secara beruntun, sehingga perebutan titel terasa seperti pilihan yang paling masuk akal bila ia kembali menang.

Tak tertarik jalur memutar

Prates juga menunjukkan bahwa ia tidak sedang membuka banyak opsi di depan mata. Nama Kamaru Usman tidak menjadi fokus utamanya, meski mantan juara itu masih berupaya mendapat kesempatan titel setelah menang angka atas Joaquin Buckley di UFC Atlanta hampir setahun lalu.

Pandangan Prates sederhana: jika ia menaklukkan Della Maddalena, maka sabuk welter harus menjadi sasaran berikutnya. Ia tidak melihat alasan kuat untuk menempuh jalan yang lebih panjang jika hasil di dalam oktagon sudah cukup meyakinkan.

Di kelas welter sendiri, antrean penantang memang tidak sepi. Islam Makhachev masih menunggu kepastian soal pertahanan gelarnya, sementara Morales dan Ian Machado Garry juga berada di jajaran teratas daftar penantang.

Situasi itu membuat setiap kemenangan besar bernilai lebih tinggi. Namun, Prates justru memegang logika yang lebih keras, yakni hasil besar semestinya bisa memotong banyak tahapan antrean yang biasanya harus dilalui petarung lain.

Sindir nama besar yang ikut naik kelas

Di tengah pembicaraan soal perebutan posisi di welter, nama Ilia Topuria juga ikut terseret. Juara kelas ringan itu belum pernah bertarung di kelas welter UFC, tetapi namanya mulai dikaitkan dengan peluang naik divisi bila urusannya di kelas ringan berjalan mulus.

Topuria dijadwalkan mempertahankan gelar untuk pertama kalinya melawan juara interim Justin Gaethje dalam laga utama UFC White House card pada Juni. Jika menang, banyak yang memperkirakan ia akan melepas sabuk ringan dan naik untuk menantang Makhachev.

Ketika ditanya soal kemungkinan Topuria melompati antrean di kelas welter, Prates memberi respons bernada ringan. Ia sempat menyebut bisa saja pindah ke kelas ringan untuk mengejar sabuk 155 pon, sebelum menegaskan bahwa ucapannya itu hanya candaan.

Prates kemudian menjelaskan bahwa secara fisik dirinya masih mungkin tampil di kelas ringan. Bobot normalnya berada di kisaran 84 hingga 85 kilogram, sehingga ukuran tubuhnya masih memungkinkan untuk menyesuaikan diri dengan divisi tersebut.

Meski begitu, ia tidak ingin terus-menerus menjalani diet berat. Karena itu, jika peluang gelar welter tidak bergerak sesuai harapannya, Prates tampaknya lebih memilih menunggu alur berikutnya daripada memaksakan langkah yang tidak ideal.

Pada akhirnya, fokus Prates tetap jelas: menang atas Della Maddalena lalu mengejar sabuk welter secepat mungkin. Di saat yang sama, ia juga sadar bahwa peta persaingan bisa berubah kapan saja jika nama-nama besar seperti Topuria benar-benar ikut masuk ke dalam antrean.

Source: www.mmafighting.com

Berita Terkait