Presiden Ganti Pimpinan BGN, Pemerintah Perkuat Pengawasan MBG

Pergantian di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) menambah perhatian publik terhadap arah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah sorotan itu, pemerintah dinilai sedang mengirim sinyal bahwa program prioritas tersebut akan diperkuat sekaligus dievaluasi agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran.

Presiden Prabowo Subianto menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru untuk menggantikan Dadan Hindayana. Ia juga menetapkan Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru, menggantikan Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya dalam susunan pimpinan lembaga tersebut.

Perubahan itu dipandang bukan semata soal rotasi jabatan. Legislator Jawa Timur Cahyo Harjo Prakoso menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki pelaksanaan MBG agar lebih efektif, terukur, dan tetap selaras dengan tujuan awal program.

Cahyo melihat respons pemerintah terhadap masukan publik sebagai hal penting, mengingat MBG mendapat perhatian besar dari masyarakat. Menurut dia, evaluasi menunjukkan bahwa pemerintah ingin memastikan program itu terus berjalan sesuai sasaran, terutama dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Sebagai anggota DPRD Jawa Timur sekaligus Ketua DPC Partai Gerindra Kota Surabaya, Cahyo menyebut MBG sebagai program strategis yang diharapkan memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia menekankan bahwa tata kelola program perlu terus diperbaiki agar pelaksanaannya semakin kuat.

Ia juga mengapresiasi langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah pusat terhadap jalannya program. Sikap itu, menurut Cahyo, memperlihatkan keseriusan dalam menjaga kualitas MBG sebagai salah satu program prioritas nasional.

Sinergi pusat dan daerah jadi perhatian

Cahyo mendorong agar pemerintah pusat, BGN, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan memperkuat sinergi. Ia menilai kerja bersama dibutuhkan supaya kualitas dan keberlanjutan program tetap terjaga di lapangan.

Bagi Cahyo, MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat dan berkualitas. Ia juga menempatkan program ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.

Dalam pandangan Cahyo, dukungan terhadap langkah perbaikan pemerintah pusat maupun jajaran pimpinan BGN yang baru penting agar penyempurnaan program tidak berhenti di tingkat kebijakan. Perbaikan itu, kata dia, harus benar-benar terasa dalam pelaksanaan sehari-hari.

Sorotan publik terhadap pergantian pimpinan BGN kini ikut berkelindan dengan harapan agar MBG berjalan lebih baik. Di titik ini, evaluasi, penguatan tata kelola, dan koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar program tersebut menghasilkan manfaat sesuai tujuan awalnya.

Source: jatim.antaranews.com
Berita Terkait