Prototipe SUV Tiga Baris Ford Muncul Lagi, Ternyata Hanya Kendaraan Riset Ford yang Dibatalkan

Ford ternyata masih menyimpan jejak dari proyek SUV listrik tiga baris yang sudah dibatalkan, meski kendaraan itu tidak lagi disiapkan untuk masuk jalur produksi. Mobil yang baru terlihat lewat unggahan akun LinkedIn Doug Field itu justru memunculkan reaksi karena tampilannya jauh dari kesan khas Ford.

Ford kemudian mengonfirmasi kepada The Drive bahwa kendaraan tersebut memang “3-row SUV we cancelled in 2024.” Statusnya kini berubah menjadi kendaraan riset yang dipakai untuk membantu pengembangan generasi baru kendaraan listrik Ford, bukan lagi calon model jalan raya.

Wujudnya justru membuat banyak orang terkejut

Dari foto yang beredar, prototipe ini tampil sangat halus dan berorientasi pada efisiensi aerodinamika. Bagian depannya membulat, kaca depan terlihat landai, lalu atap memanjang sebelum turun perlahan ke bagian belakang.

Kesan visual itu membuat mobil ini terasa lebih dekat ke mobil konsep daripada SUV Ford yang biasa dikenal dengan garis bodi tegas. Permukaan sampingnya juga terlihat bersih karena handle pintu dibuat rata dengan bodi.

Pelek yang digunakan ikut memperkuat arah desain tersebut. Bentuknya tampak mendukung pengurangan hambatan angin, sehingga keseluruhan mobil terlihat dikembangkan dengan fokus pada efisiensi.

Di sisi lain, buritan dibuat hampir tegak agar tetap praktis sebagai SUV tiga baris. Namun, perpaduan atap yang menurun dan bagian belakang yang relatif lurus membuatnya lebih menyerupai prototipe efisiensi tinggi dibanding SUV keluarga pada umumnya.

Dari proyek batal menjadi alat riset

Ford menyebut unit ini sebagai development prototype, sehingga mobil tersebut masih dianggap punya nilai teknis walaupun proyek produksinya dihentikan. Itu juga menjelaskan mengapa kendaraan ini tidak langsung dibuang setelah rencana awalnya dibatalkan.

Dalam pernyataannya, Ford mengatakan mobil itu kini berfungsi sebagai research vehicle. Perannya adalah memberi masukan untuk pengembangan EV generasi berikutnya yang sedang disiapkan perusahaan.

Langkah seperti ini menunjukkan bahwa proyek yang gagal diluncurkan masih bisa memberi manfaat. Hasil kerja yang sudah ada tetap dipakai untuk mengumpulkan data, menguji arah desain, dan memperbaiki rencana model masa depan.

Janji besar saat proyek masih berjalan

Saat masih dalam tahap perencanaan, Ford memposisikan SUV ini sebagai kendaraan keluarga dengan tiga baris kursi. Perusahaan bahkan menyebutnya sebagai “seven-passenger bullet train,” istilah yang menonjolkan ambisi pada performa dan efisiensi.

Ford juga pernah mengklaim jarak tempuhnya bisa lebih dari 350 mil atau 563 km. Pengisian cepat DC disebut mampu menambah hingga 100 mil jarak tempuh hanya dalam enam menit ketika baterai hampir habis.

Selain itu, Ford sempat menyiapkan varian dengan rangkaian jarak jauh. Versi tersebut diklaim mampu berjalan sampai 550 mil atau 885 km tanpa berhenti, sehingga proyek ini sempat dipandang sebagai salah satu bagian penting dari strategi kendaraan listrik perusahaan.

Arah berubah, fokus ikut bergeser

Rencana besar itu akhirnya tidak diteruskan. Ford kemudian memangkas ambisi kendaraan listriknya dan membatalkan proyek SUV tiga baris tersebut.

Perubahan itu sejalan dengan fokus baru perusahaan yang lebih menekankan kendaraan terjangkau dan fleksibel. Ford masih melanjutkan pengembangan beberapa model listrik murah, termasuk pickup yang disebut akan dibanderol sekitar $30,000.

Kemunculan prototipe ini tetap menarik karena memperlihatkan bahwa eksperimen desain Ford untuk EV belum benar-benar berhenti. Meski proyek aslinya batal, kendaraan riset ini masih bisa berperan dalam membentuk arah mobil listrik Ford berikutnya, terutama dalam urusan efisiensi, tata kabin, dan bentuk bodi yang lebih aerodinamis.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait