Sony sedang menghadapi situasi yang tidak nyaman di pasar PlayStation 5. Di saat harga konsol itu terus naik, penjualannya justru turun tajam hingga lebih dari 46 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tekanan ini terlihat jelas dari laporan terbaru perusahaan. Dalam kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2026, Sony hanya menjual 1,5 juta unit PS5, jauh di bawah 2,8 juta unit pada periode yang sama tahun lalu.
Harga yang terus menjauh dari konsumen
PS5 awalnya dipasarkan dengan harga sekitar USD 399 untuk edisi digital dan USD 499 untuk edisi disk. Sekarang, banderolnya sudah naik menjadi sekitar USD 599 untuk edisi digital dan USD 649 untuk edisi disk.
Kenaikan terbaru terjadi pada Maret 2026, dengan tambahan hampir USD 100 dari harga rilis. Kondisi ini membuat PS5 justru bergerak ke arah yang berlawanan dari pola umum konsol yang biasanya lebih murah seiring waktu.
Sony menyebut kenaikan biaya produksi sebagai alasan utama. Komponen seperti chip memori disebut menjadi beban yang paling menekan struktur biaya perusahaan.
Penjualan ikut melemah dalam setahun fiskal
Tekanan tidak hanya terlihat dalam satu kuartal. Sepanjang tahun fiskal 2025, penjualan PS5 juga turun dari 18 juta unit menjadi 16,5 juta unit.
Secara kumulatif, PS5 memang sudah terjual 93,7 juta unit. Namun laju penjualannya dinilai belum sekuat PS4 pada fase siklus hidup yang sama, sehingga momentumnya tampak mulai berkurang.
Kondisi itu memberi sinyal bahwa pasar mulai lebih sensitif terhadap harga. Konsumen disebut semakin enggan membeli hardware lama ketika harganya justru naik, bukan turun.
Dampak merembet ke bisnis lain
Presiden dan CEO Sony, Hiroki Totoki, mengatakan tekanan biaya komponen tidak berhenti pada konsol saja. Pendapatan dari perangkat lunak game, PlayStation Plus, dan aksesori juga ikut terdampak.
Dengan kata lain, kenaikan harga PS5 ikut memberi efek berantai ke ekosistem PlayStation. Saat minat membeli hardware melemah, area bisnis lain yang bergantung pada basis pengguna konsol juga ikut merasakan tekanannya.
Meski begitu, Sony belum menunjukkan rencana untuk kembali menaikkan harga PS5 dalam waktu dekat. Perusahaan tampaknya ingin mempertahankan struktur harga yang ada setelah beberapa kali penyesuaian dalam setahun terakhir.
Harapan pada game besar dan PS6
Di tengah situasi yang menekan, Sony masih menaruh harapan pada Grand Theft Auto VI. Game besar itu dijadwalkan rilis pada November dan dipandang bisa menjadi pendorong minat beli PS5.
Pada saat yang sama, Sony juga mengonfirmasi bahwa pengembangan PS6 terus berjalan. Namun investasi besar untuk riset, chip, dan hardware generasi berikutnya diperkirakan tetap memberi tekanan pada laba perusahaan dalam waktu dekat.
Posisi Sony pun menjadi serba sulit. Perusahaan harus menjaga harga PS5 agar tidak makin jauh dari jangkauan konsumen, sambil tetap menyiapkan biaya besar untuk konsol generasi berikutnya.
Source: telset.id






