PSG Juara Bertahan Diuji Bayern, Kompany Puji Luis Enrique dan Soliditas Timnya

Vincent Kompany menempatkan Paris Saint-Germain sebagai lawan yang sangat berat menjelang duel melawan Bayern Munich di leg pertama semifinal Liga Champions. Pelatih Bayern itu menilai tim asuhan Luis Enrique kini punya identitas yang jelas, disiplin yang kuat, dan intensitas kerja yang membuat mereka sulit ditaklukkan.

Pertandingan di Stadion Parc des Princes itu membawa bobot besar karena PSG datang sebagai juara bertahan. Status tersebut membuat laga ini jauh lebih panas, apalagi Bayern juga tidak asing dengan tekanan besar di fase akhir Liga Champions.

Kompany memberi pengakuan besar untuk Luis Enrique

Sorotan utama Kompany tertuju pada cara Luis Enrique membangun PSG. Ia melihat ada perubahan nyata dalam cara main tim asal Prancis itu, terutama pada kerapian tim saat bertahan dan keberanian saat menekan lawan.

Kompany menilai Enrique berhasil membuat PSG tampil lebih solid dari sebelumnya. Baginya, keberhasilan itu bukan hanya soal kualitas pemain, tetapi juga pengaruh besar pelatih dalam membentuk karakter tim.

“Dia melakukan pekerjaan yang luar biasa. Saya tidak terkejut mereka memenangkan Liga Champions,” kata Kompany, dikutip dari situs UEFA. Ucapan itu memperlihatkan betapa besar rasa hormat Kompany terhadap pelatih asal Spanyol tersebut.

Kerja keras PSG ikut disorot

Selain struktur permainan, Kompany juga menyoroti energi yang ditunjukkan para pemain PSG. Ia menyebut mereka berlari dan berjuang sebagai satu kesatuan, baik saat menyerang maupun ketika bertahan.

Menurut Kompany, pola kerja itu menjadi ciri yang konsisten dari tim-tim yang pernah ditangani Enrique. Hal tersebut membuat PSG tidak hanya berbahaya secara teknis, tetapi juga sulit ditembus karena disiplin kolektifnya.

“Para pemainnya berlari dan berjuang – dia melakukan itu dengan semua timnya. Salut untuknya,” ujar Kompany. Pernyataan ini menegaskan bahwa Bayern memandang lawannya dengan sangat serius.

Rekor pertemuan tidak cukup membuat Bayern nyaman

Jika melihat catatan pertemuan langsung, Bayern memang masih unggul atas PSG di Liga Champions. Dari 15 laga, Bayern menang sembilan kali, sementara PSG mencatat enam kemenangan.

Bayern juga punya modal dari tiga pertemuan terakhir melawan tim asal Prancis tersebut. Salah satu hasil yang masih diingat adalah kemenangan 1-0 di Allianz Arena pada fase liga musim ini.

Meski begitu, Kompany tampaknya tidak ingin timnya terlena oleh angka-angka itu. Baginya, semifinal seperti ini lebih ditentukan oleh kesiapan menghadapi tekanan dan kemampuan meredam permainan kolektif lawan.

Status juara bertahan membuat tekanan naik

PSG datang ke semifinal dengan beban sekaligus kebanggaan sebagai juara bertahan. Musim lalu, mereka mengangkat trofi Liga Champions setelah menghancurkan Inter Milan 5-0 di final, dan capaian itu mengubah cara lawan memandang mereka.

Kini, PSG tidak lagi berstatus penantang. Mereka hadir sebagai tim yang sudah membuktikan diri di puncak sepak bola Eropa, sehingga setiap pertandingan melawan mereka langsung naik kelas dari sisi gengsi dan tuntutan hasil.

Bayern sendiri tetap membawa reputasi besar dan sejarah bagus dalam pertemuan dengan PSG. Namun, duel di Parc des Princes tetap menjadi ujian yang berbeda karena lawan yang dihadapi adalah pemegang gelar aktif dengan organisasi permainan yang semakin matang.

Dalam kondisi seperti itu, Kompany jelas melihat laga ini sebagai tantangan yang sangat berat. Kombinasi antara pengaruh Luis Enrique, etos kerja pemain PSG, dan status juara bertahan membuat duel Bayern kontra PSG diprediksi menjadi salah satu agenda paling menuntut di Liga Champions.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer