PSG datang ke Allianz Arena dengan modal yang paling nyaman: keunggulan agregat 5-4. Kondisi itu membuat Bayern Munchen wajib tampil menyerang sejak awal jika ingin membalikkan keadaan dan merebut tiket ke final.
Tugas Bayern tidak ringan karena mereka harus menang dengan selisih dua gol untuk lolos. Namun, bermain di kandang sendiri memberi mereka dorongan besar, terutama karena Allianz Arena selama ini menjadi tempat yang sulit ditaklukkan lawan.
Catatan Bayern di stadion itu juga cukup kuat. Tim asuhan Vincent Kompany hanya sekali kalah dalam 29 laga Liga Champions di Allianz Arena, dan rekor tersebut ikut menjaga keyakinan mereka jelang duel besar ini.
Riwayat pertemuan melawan PSG pun masih memberi harapan. Dari 16 duel, Bayern mencatat sembilan kemenangan, sebuah angka yang menunjukkan bahwa laga antara kedua tim sering berjalan ketat tetapi tidak selalu menguntungkan kubu Paris.
Di sisi lain, PSG datang bukan sebagai tim yang hanya ingin bertahan. Skuad Luis Enrique tetap punya alasan untuk terus menekan karena status juara bertahan dan produktivitas lini depan mereka yang sedang tinggi.
Angka gol kedua tim memperlihatkan betapa tajamnya duel ini di atas kertas. Bayern sudah mencetak 42 gol di Liga Champions musim ini, sedangkan PSG unggul tipis dengan 43 gol.
Sorotan besar juga tertuju pada Khvicha Kvaratskhelia. Ia sudah mengoleksi 10 gol di Liga Champions musim ini dan hanya butuh satu gol lagi untuk melewati catatan Zlatan Ibrahimovic sebagai top skor PSG dalam satu musim di kompetisi ini.
PSG juga mendekati rekor gol milik Barcelona. Dengan 43 gol, mereka hanya terpaut dari torehan 45 gol Barcelona pada Liga Champions 1999-2000.
Kondisi skuad dan pilihan taktik
Bayern hampir bisa menurunkan kekuatan terbaiknya, meski Serge Gnabry dan Raphael Guerreiro dipastikan absen. Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Michael Olise, dan Harry Kane tetap tersedia untuk memperkuat tim tuan rumah.
Luis Diaz dan Michael Olise diperkirakan menjadi ancaman utama dari sisi serangan. Bayern juga diperkirakan mengandalkan pressing tinggi dan penyelesaian akhir yang efisien untuk memberi tekanan sejak menit awal.
PSG juga membawa satu masalah penting di lini belakang karena Achraf Hakimi tidak bisa tampil akibat cedera hamstring. Warren Zaire-Emery diperkirakan mengisi posisi bek kanan untuk menutup lubang tersebut.
Kubu Paris tetap diproyeksikan bertumpu pada trio lini tengah yang diisi Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz. Luis Enrique kemungkinan tetap menjaga agresivitas timnya meski bermain tandang, apalagi mereka sudah memegang keuntungan agregat.
Bayern diperkirakan turun dengan formasi 4-2-3-1 melalui Manuel Neuer; Josip Stanisic, Dayot Upamecano, Jonathan Tah, Alphonso Davies; Joshua Kimmich, Aleksandar Pavlovic; Michael Olise, Jamal Musiala, Luis Diaz; Harry Kane. PSG diproyeksikan memakai skema 4-3-3 dengan Matvey Safonov; Warren Zaire-Emery, Marquinhos, Willian Pacho, Nuno Mendes; Fabian Ruiz, Vitinha, Joao Neves; Desire Doue, Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia.
Laga yang jarang datar
Pertemuan Bayern dan PSG belakangan ini menunjukkan pola yang sulit ditebak. Dalam lima duel terakhir, PSG menang 5-4 pada 29/4/2026, Bayern membalas 2-1 pada 5/11/2025, lalu PSG menang 2-0 pada 5/7/2025.
Sebelumnya, Bayern menang 1-0 pada 27/11/2024 dan 2-0 pada 9/3/2023. Deretan hasil itu memperlihatkan bahwa kedua tim sama-sama punya kemampuan untuk saling menjatuhkan dalam laga yang terbuka dan sarat gol.
Dengan modal kandang, Bayern akan berusaha mengambil kendali sejak awal. PSG tetap membawa ancaman besar lewat efisiensi serangan dan keunggulan agregat yang membuat mereka tidak perlu terburu-buru.
Source: bola.bisnis.com






