Cedera Pramusim Bikin PSIM Berpisah dari Andy Setyo, Kariernya Kini Masuk Babak Baru

PSIM Yogyakarta resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo Nugroho setelah kontraknya selesai pada akhir musim. Keputusan itu menutup satu musim kebersamaan yang berlangsung di tengah situasi sulit, karena cedera serius sudah mengganggu langkah Andy sejak pramusim.

Cedera tersebut membuat mantan pemain Timnas Indonesia itu harus menjalani masa pemulihan lebih lama dari yang diperkirakan. Kondisi itu otomatis membatasi menit bermainnya bersama tim utama dan memaksa Andy menata ulang ritme latihannya sepanjang musim berjalan.

Apresiasi dari manajemen PSIM

General Manager PSIM Yogyakarta, Steven Sunny, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Andy selama membela Laskar Mataram. Ia menilai profesionalisme dan kerja keras sang bek tetap terlihat, meski musim berjalan tidak mudah baginya.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih untuk Andy Setyo. Apresiasi tertinggi kita berikan untuk profesionalisme dan kerja keras yang sudah dia tunjukkan selama bersama Laskar Mataram,” kata Steven Sunny, Rabu (1/7/2026).

Steven menjelaskan, masalah kebugaran Andy berawal dari cedera yang didapat sejak masa pramusim. Situasi itu membuat pemain asal Jawa Tengah tersebut harus menepi cukup lama sebelum sempat kembali mencari menit bermain bersama tim Elite Pro Academy PSIM.

InformasiKeterangan
PemainAndy Setyo Nugroho
PosisiBek tengah
Status di PSIMKontrak berakhir pada akhir musim
Kendala utamaCedera sejak pramusim
Langkah pemulihanMenepi lebih lama dan sempat bermain di EPA

Harapan untuk klub baru

PSIM berharap Andy bisa segera kembali ke performa terbaiknya setelah bergabung dengan klub baru pada musim mendatang. Manajemen juga mendoakan agar ia tetap fit dan mampu menjaga level permainan seperti yang diharapkan.

“Kami mendoakan yang terbaik untuk kelanjutan karier Andy di klub barunya nanti. Semoga setelah ini dia bisa kembali ke performa terbaik, selalu fit, dan sukses di tempat baru,” ujar Steven.

Dari sisi pemain, Andy menyampaikan rasa bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan PSIM Yogyakarta. Ia mengaku ada rasa haru saat harus berpisah, namun tetap menyimpan pengalaman selama berseragam Laskar Mataram.

“Saya sangat bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan PSIM. Tentu ada rasa haru karena harus berpisah, tetapi semua kenangan akan selalu saya simpan,” tutur Andy.

Andy juga menilai kompetisi Super League 2025/2026 memberinya banyak pelajaran berharga. Menurut dia, musim tersebut menjadi proses penting yang membentuk mentalitasnya sebagai pesepak bola profesional.

“Kompetisi Super League 2025/2026 adalah musim yang penuh tantangan, pembelajaran, dan kebahagiaan. Saya menikmati setiap proses yang kami jalani bersama,” tegas Andy Setyo.

Meski menit bermainnya terbatas, Andy tetap percaya diri menatap masa depan bersama klub barunya. Perpisahan ini sekaligus menandai akhir dari musim yang penuh tantangan dan awal baru bagi kelanjutan kariernya.

Source: www.beritasatu.com

Berita Terkait