PSM Makassar tiba di laga kontra Persik Kediri dengan beban yang jauh lebih besar dibanding lawannya. Tim asuhan Tomas Trucha masih berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan 28 poin dari 28 laga, hanya dua poin di atas zona merah.
Situasi itu membuat setiap poin terasa sangat mahal bagi Juku Eja. Saat menghadapi lanjutan Super League pekan ke-29 di Makassar, Kamis (23/4), PSM tidak punya banyak ruang untuk terpeleset lagi jika ingin menjaga jarak aman dari ancaman degradasi.
Kekalahan tipis 1-2 dari pemuncak klasemen Borneo FC ikut menambah tekanan di kubu tuan rumah. Hasil tersebut memang menunjukkan bahwa PSM masih mampu memberi perlawanan, tetapi konsistensi mereka masih menjadi tanda tanya ketika laga masuk fase penentu.
Dengan kondisi seperti ini, laga kandang melawan Persik menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki keadaan. Dukungan suporter bisa membantu, namun PSM tetap harus lebih rapi dalam mengelola pertandingan agar tidak kembali kehilangan poin dari situasi yang seharusnya bisa dikendalikan.
Masalah utama ada di belakang
Salah satu pekerjaan rumah terbesar PSM terletak pada lini pertahanan. Dalam beberapa pertandingan terakhir, mereka kerap kehilangan fokus saat lawan menaikkan tekanan, dan celah kecil di area belakang sering berubah menjadi masalah besar.
Karena itu, duel melawan Persik bukan hanya soal seberapa tajam PSM menyerang. Kerapian bertahan dan kemampuan menjaga konsentrasi sejak awal akan sangat menentukan apakah tuan rumah bisa keluar dari laga ini dengan hasil yang mereka butuhkan.
PSM juga diperkirakan akan mengambil inisiatif sejak menit pertama. Bermain di kandang membuat mereka terdorong untuk menekan lebih dulu dan mencari gol cepat agar beban pertandingan tidak berkembang semakin berat.
Persik datang dengan modal lebih tenang
Di sisi lain, Persik Kediri membawa kondisi yang relatif lebih nyaman. Tim asuhan Marcos Reina Torres baru saja menang 1-0 atas Persita Tangerang, hasil yang mengangkat mereka ke peringkat ke-12 dengan 33 poin.
Meskipun posisinya lebih aman daripada PSM, Persik tetap belum sepenuhnya lepas dari tekanan papan tengah. Selisih poin yang belum terlalu lebar membuat mereka masih perlu menjaga stabilitas agar tidak terseret ke persaingan yang lebih rumit.
Modal itu bisa membuat Persik tampil lebih lepas di Makassar. Tambahan poin akan sangat berguna untuk mempertahankan posisi mereka dan mencegah munculnya tekanan baru pada fase akhir kompetisi.
Dua tim, dua kebutuhan berbeda
Pertemuan ini mempertemukan dua tim dengan kepentingan yang sama-sama penting, tetapi dengan tingkat tekanan yang berbeda. PSM wajib mencari kemenangan agar jarak dari zona merah tidak semakin menipis, sedangkan Persik ingin memperkuat posisi mereka di papan tengah.
Dari sisi permainan, pertarungan ini juga bisa dipengaruhi oleh efektivitas transisi cepat. Jika PSM terlalu terbuka saat menyerang, Persik berpeluang memanfaatkan serangan balik untuk mencuri gol.
Berikut gambaran singkat kedua tim menjelang laga ini:
| Aspek | PSM Makassar | Persik Kediri |
|---|---|---|
| Peringkat klasemen | 14 | 12 |
| Poin | 28 | 33 |
| Laga terakhir | Kalah 1-2 vs Borneo FC | Menang 1-0 vs Persita |
| Pelatih kepala | Tomas Trucha | Marcos Reina Torres |
Bagi PSM, laga ini menuntut respons cepat setelah hasil kurang baik sebelumnya. Jika ingin keluar dari tekanan papan bawah, mereka harus menjaga konsentrasi sejak awal, menutup ruang di pertahanan, dan memanfaatkan status tuan rumah dengan lebih efektif saat menjamu Persik Kediri.
Source: mediaindonesia.com






