PT PAL dan BRIN Percepat Kemandirian Teknologi Maritim, Fokus pada Kapal Bawah Air

PT PAL Indonesia dan BRIN memperkuat kerja sama untuk mengembangkan teknologi hidrodinamika serta kapal bawah air, dengan sasaran yang langsung menyentuh kebutuhan industri pertahanan nasional. Kesepakatan ini menandai dorongan agar hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi masuk ke tahap desain, manufaktur, hingga sistem propulsi yang dapat dimanfaatkan secara nyata.

Langkah tersebut dipandang penting karena Indonesia masih membutuhkan penguatan di bidang teknologi maritim strategis. Melalui kolaborasi ini, pengembangan kapal perang dan kapal bawah air diarahkan agar lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada teknologi luar negeri.

Riset diarahkan ke kebutuhan industri

Kerja sama ini melibatkan Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN dan PT PAL Indonesia dengan dukungan simulasi Computational Fluid Dynamics atau CFD. Pendekatan tersebut digunakan untuk meningkatkan performa kapal sekaligus mempercepat integrasi hasil riset ke industri pertahanan.

Kepala PRTH BRIN, Dr. Ir. Widodo Pranowo, menegaskan bahwa sinergi ini merupakan kelanjutan kerja sama riset sejak era BPPT. Ia menekankan bahwa hasil penelitian harus menjawab kebutuhan industri secara nyata, bukan hanya menghasilkan prototipe.

PT PAL dorong pemanfaatan inovasi anak bangsa

Dari sisi industri, Direktur Utama PT PAL Indonesia Kaharuddin Djenod menegaskan pentingnya penerapan inovasi anak bangsa di sektor pertahanan. Menurutnya, kerja sama dengan BRIN menjadi wujud komitmen agar Indonesia tidak lagi bergantung pada teknologi dari luar negeri.

BRIN juga menerapkan pendekatan demand-driven dalam kolaborasi ini. Artinya, arah riset disesuaikan dengan kebutuhan industri agar hasilnya lebih relevan untuk pengembangan kapal perang maupun kapal bawah air.

Pengujian hingga komersialisasi jadi tahap lanjutan

Selain riset dan desain, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama ke tahap pengujian dan komersialisasi teknologi. Skema jangka panjang ini diharapkan memperkuat daya saing industri pertahanan maritim Indonesia sekaligus mendorong kemandirian teknologi nasional.

Aspek Kerja SamaFokus UtamaTujuan
RisetTeknologi hidrodinamika dan kapal bawah airMenghasilkan inovasi yang sesuai kebutuhan industri
Desain dan manufakturPengembangan kapal dan sistem propulsiMempercepat pemanfaatan hasil riset
Pengujian dan komersialisasiIntegrasi teknologi ke industri pertahananMemperkuat daya saing maritim nasional

Widodo menyebut kolaborasi ini membuka peluang agar Indonesia menghasilkan teknologi kapal yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global. Arah kerja sama itu menjadi sinyal bahwa riset pertahanan maritim kini diposisikan lebih dekat ke kebutuhan produksi dan pemanfaatan industri.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait