Pusat Tumbukan Purba Di Laos Masih Dicari, Jejak Meteoritnya Terbaca Di Lapisan Lava

Author: Redaksi Android62

Tim ilmuwan menilai Dataran Tinggi Bolaven di Laos selatan menyimpan jawaban atas salah satu tumbukan meteorit purba terbesar yang pernah dicari di Asia Tenggara. Kawah utamanya diduga selama ini tertutup lapisan lava tebal, sehingga jejak fisiknya lama tidak terlihat meski bekas peristiwanya tersebar luas.

Pencarian lokasi itu mengarah pada area yang kini dikenal sebagai perkebunan kopi. Di permukaan, tanda-tanda tumbukan memang sudah lama dikenali, tetapi pusat hantamannya belum bisa dipastikan sampai sekarang.

Petunjuk penting datang dari tektit yang ditemukan di Vietnam pada 2011. Dari sebaran material yang makin tebal dan kasar, para peneliti kemudian menelusuri arah sumbernya ke wilayah Laos selatan.

Tektit terbentuk ketika batuan Bumi meleleh akibat suhu ekstrem lalu terlontar ke atmosfer dan jatuh kembali ke permukaan. Dalam tumbukan besar, suhu dapat mencapai sekitar 4.000°C dan cukup untuk mengubah batuan menjadi kaca alami.

Kerry Sieh, geolog yang memimpin penelitian itu, menegaskan bahwa jejak tumbukan memang sangat luas, tetapi kawah utamanya belum pernah ditemukan. Kondisi itu membuat Bolaven menjadi titik yang paling menarik untuk diuji lebih jauh.

Jika dugaan ini tepat, peristiwa tersebut bukan hanya meninggalkan kawah besar. Tumbukan itu juga diperkirakan memicu kebakaran besar dan banjir yang berdampak pada hewan serta manusia purba Homo erectus di kawasan Asia Tenggara.

Skala dampaknya diperkirakan sangat ekstrem. Para ilmuwan memperkirakan ukuran kawahnya berada di kisaran 15 hingga 120 kilometer, meski angka pastinya belum bisa dipastikan tanpa bukti fisik langsung.

Meski hipotesis lokasi di Laos makin kuat, para peneliti belum menyebutnya sebagai kepastian. Geokronolog Fred Jourdan mengingatkan bahwa Asia Tenggara memiliki banyak wilayah vulkanik yang bisa menghasilkan ciri geologi serupa.

Untuk memastikan dugaan itu, tim ilmuwan masih membutuhkan pengeboran hingga ratusan meter di bawah permukaan. Langkah ini diperlukan agar mereka bisa mencari batuan meleleh atau kuarsa kejut, dua tanda utama yang biasa dipakai untuk mengonfirmasi tumbukan meteorit besar.

Lapisan lava dan kondisi geologi setempat diduga menjadi alasan utama mengapa struktur aslinya tersembunyi begitu lama. Karena itu, Bolaven kini dipandang sebagai lokasi kunci untuk menguji apakah kawah raksasa yang lama dicari itu benar berada di bawah permukaannya.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru